Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

Sejarah · 19 Agu 2021 06:02 WIB ·

Benarkah Akhir Hidup Firaun dan Tentaranya Beriman?


Benarkah Akhir Hidup Firaun dan Tentaranya Beriman? Perbesar

Mustaqim.NET Banyak dari kalian menanyakan Firaun ketika menghadapi sakaratul maut ia mengakui Allah sebagai tuhan karena apa? Bagaimana akhir hidup firaun dan tentaranya jelaskan pengertian dari firman Allah yang memiliki arti:

Dan kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga tatkala Firaun itu telah hamper tenggelam, berkatalah dia; “saya percaya bahwa tidak ada Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.(QS.Yunus[10]:90).

Mungkin ayat ini yang dijadikan landasan bahwa Firaun itu mati dalam keadaan iman. Memang, sepintas, ayat tersebut menjelaskan bahwa Firaun mengakhiri hidupnya dengan pengakuan keimanan kepada Allah. Namun jika diteliti lebih dalam maka dapat diketahui bahwa pengakuan keimanan Firaun itu tidak diterima oleh Allah. Hal tersebut disebabkan beberapa alasan berikut:

Pertama,karena pengakuan keimana Firaun diungkapkan ketika siksa Allah SWT telah menimpanya,sedangkan taubat seseorang pada waktu siksa sudah turun menimpanya tidak akan diterima oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT berikut:

Maka tatkala mereka melihat azab kami, mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang kafir.(QS. Ghair [40]:84-85)

Karena itu dalam lanjutan QS. Yunus [10]: 90 di atas, Allah menimpali pernyataan keimanan Firaun dengan firman-Nya berikut: Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS.Yunus [10]: 91). 

Baca Juga:  Cara Merawat Mayat Teroris

kedua, pengakuan Firaun tidak bermaksud beriman. Firaun ketika menghadapi sakaratul maut ia mengakui allah sebagai tuhan karena agar diselamatkan dari terjangan gelombang laut, seperti sudah mentradisi dikalangan pembangkang dang penentang perintah Allah SWT, ketika mereka sudah tidak bisa menyelamatkan diri dari marabahaya. Namun setelah diselamtkan, mereka kembali ingkar dan menentang Allah SWT, sebagaimana penjelasan pada ayat berikut: Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu kedaratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih. (QS. Al-Isra’[17]: 67).

Ketiga, ikrar Firaun tidak memenuhi persyaratan, yaitu pengakuan dari Nabi Musa as sebagai utusan Allah SWT, karena ikrar keesaan Allah yang tidak disertai ikrar kerasulan utusan Allah tidak sah, sedangkan Firaun hanya meyakini keesaan Allah tanpa mengakui kerasulan Nabi Musa as.

Keempat, sebenarnya Firaun tidak beriman kepada Allah SWT, melainkan iman kepada dzat yang Bani Israel iman kepadanya,dimana pada waktu mereka menyembah anak sapi,karena dalam pengakuanya, Firaun mengatakan “Tidak ada tuhan kecuali dzat yang Bani Israel beriman kepadanya”bukan “tidak ada Tuhan kecuali Allah”. Maka, soal pertanyaan bagaimana akhir hidup firaun dan tentaranya jelaskan! Maka kami akan menjelaskan bahwa mereka tetap kufur.

Kelima, pada umumnya orang-orang Yahudi (Bani Israel) cenderung menyamakan Allah dengan makhluk dan menganggap-Nya memiliki raga. Maka tuhan yang diyakini Firaun dan tentaranya adalah tuhan yang diyakini oleh orang-orang Yahudi (memiliki kesamaan dengan makhluk dan mempunyai raga), bukan Tuhan yang diyakini oleh Nabi Musa as.

Dengan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengakuan keimanan yang dilontarkan Firaun tidak diterima oleh Allah SWT, dan tidak berguna  untuk menyelamatkan diri dari kobaran api neraka yang maha dahsyat dan amat menyakitkan. Firaun pun tetap mati dalam keadaan kafir.[]

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ajaib, Sungai Nil Mendapat Surat dari Sayyidina Umar

30 Desember 2021 - 06:01 WIB

surat sungai nil

Meneliti Buah yang Dimakan Nabi Adam

29 November 2021 - 04:06 WIB

buah yang dimakan Nabi Adam

Firaun Hendak Mengurangi Jumlah Penduduk Ibrani dengan Cara Ini

24 November 2021 - 18:07 WIB

firaun hendak mengurangi jumlah penduduk ibrani dengan cara

Menghadapi Dunia Tipu-Tipu Setan

15 September 2021 - 20:05 WIB

menipu merupakan contoh ketidakjujuran dalam diri setan

Biografi Mas Dwy Sadoellah

11 September 2021 - 18:02 WIB

biografi mas dwy sadoellah dan kata-kata mas dwy

Mengapa Umat Islam Harus Menutup Aurat?

24 Agustus 2021 - 18:07 WIB

mengapa umat islam harus menutup aurat
Trending di Fikih