Mengapa Allah Menguji, Padahal Sudah Mahatahu?

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ada pararabu yang juga teman pondok yang dibuat bingung dengan meme yang bertuliskan:

maha tahu tapi masih menguji? itu bukan sifat tuhan-itu sifat konsep yang cacat. 

Jawaban sederhananya: Mengapa Tuhan Yang Maha Tahu masih menguji mahkluknya? Karena Allah maha tahu.

Kita harus tahu dulu, apa yang kelaziman dari mengetahui. Dalam Hasyiyah ad-Dasuqi saat pembahasan sifat ilmu, terdapat penjelasan: 

وَأَشَارَ بِهَذَا إِلَى أَنَّ الْعِلْمَ تَلْزَمُهُ أُمُورٌ ثَلَاثَةٌ: الْجَزْمُ وَالْمُطَابَقَةُ وَالثَّبَاتُ. فَالْعَالِمُ بِالشَّيْءِ جَازِمٌ بِهِ وَثَابِتٌ عَلَيْهِ وَمُطَابِقٌ مَعْلُومُهُ لِلْوَاقِعِ،

“Dengan ini, ia mengisyaratkan bahwa ilmu harus memenuhi tiga perkara: Keteguhan (jazm), Kesesuaian (muthabaqah), dan Ketetapan (tsabat). Orang yang berilmu terhadap sesuatu pasti meyakininya secara mantap (jazim), teguh di atasnya (tsabit), dan apa yang diketahuinya sesuai dengan kenyataan (muthabaq).”

Gambaran tsabat sebagaimana gambaran dari Imam al-Ghazali dalam al-Munqidz minadh-Dhalal:

فَإِنِّي إِذَا عَلِمْتُ: أَنَّ الْعَشَرَةَ أَكْثَرُ مِنَ الثَّلَاثَةِ، فَلَوْ قَالَ لِي قَائِلٌ: لَا بَلِ الثَّلَاثَةُ أَكْثَرُ، بِدَلِيلِ أَنِّي أَقْلِبُ هَذِهِ الْعَصَا ثُعْبَانًا، وَقَلَبَهَا، وَشَاهَدْتُ ذَلِكَ مِنْهُ، لَمْ أَشُكَّ بِسَبَبِهِ فِي مَعْرِفَتِي، وَلَمْ يَحْصُلْ لِي مِنْهُ إِلَّا التَّعَجُّبُ مِنْ كَيْفِيَّةِ قُدْرَتِهِ عَلَيْهِ! فَأَمَّا الشَّكُّ بِسَبَبِهِ فِيمَا عَلِمْتُهُ فَلَا.

“Jika aku telah mengetahui bahwa angka sepuluh itu lebih banyak daripada angka tiga, lalu ada seseorang yang berkata kepadaku: ‘Tidak, justru tiga itu lebih banyak, buktinya adalah aku sanggup mengubah tongkat ini menjadi ular’, lalu ia benar-benar mengubahnya dan aku menyaksikannya sendiri, maka aku tidak akan meragukan pengetahuanku (tentang angka) hanya karena tindakannya itu. Tidak ada yang muncul dalam diriku melainkan hanya rasa heran atas bagaimana ia bisa melakukan hal tersebut! Adapun merasa ragu terhadap apa yang telah aku ketahui karena tindakannya, maka itu tidak akan terjadi.”

Dengan demikian, kalau Allah tahu bahwa kami akan diuji, dan lolos dengan ujiannya, maka ujian itu akan terjadi. Muthabaqah; sesuai realita. Bukan malah cacat logika. Yang cacat itu, justru kalau beranggapan maha mengetahui terhadap suatu realita, tetapi realita itu tidak terjadi. Lantas, apa yang diketahui? Justru bertolak belakang dengan pengetahuan itu sendiri.

Dari sana pula, muncul takrif dari sifat ilmu sendiri, yaitu:

الْعِلْمُ: هُوَ صِفَةٌ يَنْكَشِفُ بِهَا مَا تَتَعَلَّقُ بِهِ انْكِشَافًا لَا يَحْتَمِلُ النَّقِيضَ.

“Ilmu adalah: Suatu sifat yang dengannya tersingkap (terang-benderang) apa-apa yang berkaitan dengan sifat tersebut (al-ma’lum, yang diketahui), dengan penyingkapan yang tidak mengandung kemungkinan sebaliknya.”

Namun, sebagian ulama yang justru mengatakan: saking jelasnya tentang pengetahuan, maka pengetahuan tidak perlu didefinisikan. Berikut keterangannya:

اِعْلَمْ أَنَّ النَّاسَ اخْتَلَفُوا فِي الْعِلْمِ هَلْ يُحَدُّ أَوْ لَا، فَقَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّهُ لَا يُحَدُّ لِظُهُورِهِ؛ لِأَنَّهُ كَاشِفٌ لِغَيْرِهِ فَهُوَ غَنِيٌّ عَنْ أَنْ يُظْهِرَهُ غَيْرُهُ

“Ketahuilah bahwa para ulama berselisih pendapat mengenai ilmu, apakah ia bisa didefinisikan (dibatasi) atau tidak. Sebagian mereka berpendapat bahwa ilmu tidak perlu didefinisikan karena sudah sangat jelas; sebab ilmu adalah penjelas bagi selainnya, sehingga ia tidak butuh penjelasan dari yang lain.”

Semoga bermanfaat!

Berita Terkait

Dalil Keselamatan Orangtua Nabi ﷺ
Malaikat Pencatat Amal
Penciptaan Sperma (Air Mani) bukanlah Awal Wujud Makhluk
AGAMA & SAINS: Kritik Seputar Istilah Ilmiah
Hubungan Syariat, Tarekat, dan Hakikat
Bukti Manusia Lebih Mulia dari pada Malaikat
Hukum Alam dalam Islam
9 Macam Nama (الاسم) Beserta Penjelasan dan Contohnya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:45 WIB

Ibu Hamil dan Menyusui Tidak Berpuasa Ramadan

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:19 WIB

Hukum Istri Lebih Memilih Orangtua daripada Suami

Minggu, 30 November 2025 - 15:14 WIB

Prinsip Mu’asyarah bil Ma’ruf Beserta Contohnya

Minggu, 30 November 2025 - 11:19 WIB

Apa Fungsi Utama Masjid pada Zaman Rasulullah ﷺ?

Minggu, 4 Mei 2025 - 08:14 WIB

Lengkap: Ketentuan, Hukum, dan Hikmah Pelaksanaan Akikah

Senin, 8 Juli 2024 - 20:08 WIB

Dalil Rukyat Hilal Tiap Bulan

Jumat, 26 Januari 2024 - 10:46 WIB

Daftar Lengkap Halal-Haram Binatang ala Mazhab Syafi’i

Jumat, 19 Januari 2024 - 22:28 WIB

Hubungan Syariat, Tarekat, dan Hakikat

Berita Terbaru

dalil keselamatan kedua orangtua nabi

Akidah

Dalil Keselamatan Orangtua Nabi ﷺ

Minggu, 4 Jan 2026 - 17:51 WIB

Fikih

Ibu Hamil dan Menyusui Tidak Berpuasa Ramadan

Minggu, 4 Jan 2026 - 14:45 WIB

Sejarah

Kisah Lengkap Sayidah Aminah binti Wahb, Ibu Rasulullah

Minggu, 4 Jan 2026 - 02:15 WIB

Khutbah

Teks Khutbah Jumat Menjaga Pandangan untuk Guru Ngaji

Rabu, 31 Des 2025 - 09:56 WIB

Akidah

Mengapa Allah Menguji, Padahal Sudah Mahatahu?

Sabtu, 27 Des 2025 - 22:51 WIB