Dalil Keselamatan Orangtua Nabi ﷺ

- Penulis

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dalil keselamatan kedua orangtua nabi

dalil keselamatan kedua orangtua nabi

Mustaqim.NETUntuk pararabu yang masih menyangsikan keselamatan kedua orangtua Nabi Muhammad ﷺ, baik Sayyid Abdullah, mau pun Sayyidah Aminah, maka berikut penjelasan Syekh Nawawi, Banten.

Beliau mengutip Imam al-Baijuri. Pendapat yang benar adalah: kedua orangtua Nabi ﷺ selamat (masuk surga). Karena Allah ﷻ telah menghidupkan keduanya, keduanya beriman, lalu wafat kembali. Ini termasuk ini karena karunia yang khusus Allah ﷻ berikan kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana yang telah Imam as-Suyuthi sebutkan. Imam as-Suyuthi bahkan mengarang sembilan kitab khusus menjelaskan keselamatan orangtua baginda Nabi Muhammad ﷺ. Di antara kitabnya adalah:

  1. Ad-Darajatul Munifah fi Aba’in Nabiy
  2. As-Subulul Jaliyyah fil Aba’il Aliyyah
  3. Masalikul Hunafa’ fi Walidayil Mushthafa
  4. At-Ta’zhim wal Minnah fi Anna Abawayir Rasul fil Jannah
  5. Al-Maqamatul Sundusiyyah fil Aba’isy Syarifah al-Mushthafawiyyah
  6. Nasyrul Alamain al-Munifain fi Ihya’il Abawainisy Syarifain

Dalam sebuah hadis, Sayyidah ‘Aisyah bercerita:

حَجَّ بِنَا رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حجة الوَدَاع ،فَمَرَّ بِيْ عَلَى عقبَة الحجون وَهُوَ بَاكٍ حزين مغتم ، فَبَكَيْتُ لِبُكَاءِ رَسُوْلِ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،ثُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ فَقَالَ: يَا حُمَيْرَاء اِسْتَمْسِكِيْ، فَاسْتَنَدَّ إِلَى اْلبَعِيْرِ فَمَكَثَ عَنِّيْ طَوِيْلاً، ثُمَّ إِنَّهُ عَادَ إِلَيَّ وَهُوَ فَرَحٌ مُبْتَسَمٌ، فَقُلْتُ لَهُ: بِأَبِيْ أَنْتَ وَأُمِّي يَا رَسُوْل الله، نَزَلْتَ مِنْ عِنْدِيْ وَأَنْتَ حَزِيْنٌ مُغْتَمٌّ فَبَكَيْتُ لِبُكَائِكَ، ثُمَّ إِنَّكَ عُدْتَ إلَيَّ وَأَنْتَ فرح مُبْتَسَمٌ، فلمَذَا يَا رسول الله ؟ فَقَالَ: ذَهَبْتُ لِقَبْرِ أُمِّيْ آمِنَة فَسَأَلْتُ اللَهَ أَنْ يُحْيِيَهَا فَأَحْيَاهَا، فآمنت بِيْ وَرَدَّهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Nabi melakukan Haji Wada’ dengan kita. Lantas beliau menangis ketika melewati Aqabatul-Hajun. Aku pun juga ikut menangis karena Rasul menangis. Lalu beliau turun dari untanya dan berkata, ‘Humaira! Berhentilah.’ Beliau pun menyandarkan diri pada untanya dan membiarkanku dalam waktu lama. Tak lama, beliau kembali dengan wajah gembira. Aku pun bertanya, ‘Demi ayah dan ibuku, Rasul. Anda tadi turun dalam keadaan sedih maka aku pun bersedih. Lalu Anda kembali lagi dalam keadaan tersenyum. Mengapa Rasul?’ Nabi menjawab, ‘Aku berziarah ke makam ibuku, Aminah. Aku pun meminta kepada Allah agar menghidupkannya, Ia pun mengabulkan doaku. Lantas ibuku beriman kepadaku. Setelah itu Allah mencabut nyawanya kembali.”

Imam as-Suhaili menjelaskan:

وَاللهُ قَادِرٌ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ لَهُ أَنْ يَخُصَّ نَبِيَّهُ بِمَا شَاءَ مِنْ فَضْلِهِ، وَيُنْعِمَ عَلَيْهِ بِمَا شَاءَ مِنْ كَرَامَتِهِ

“Allah ﷻ Maha Kuasa atas segala sesuatu. Bagi-Nya hak untuk mengistimewakan Nabi-Nya ﷺ dengan karunia apa pun yang Dia kehendaki, dan memberi nikmat kepadanya dengan kemuliaan apa pun yang Dia kehendaki.”

Selaras dengan sebuah syair dengan menggunakan bahar wafir:

حَبَا اللهُ النَّبِيَّ مَزِيْدَ فَضْلٍ … عَلَى فَضْلٍ وَكَانَ بِهِ رَؤُوْفَا
فَأَحْيَا أُمَّهُ وَكَذَا أَبَاهُ … لِإِيْمَانٍ بِهِ فَضْلًا مُنِيْفَا
فَسَلِّمْ فَالْقَدِيْمُ بِذَا قَدِيْرٌ … وَإِنْ كَانَ الْحَدِيْثُ بِهِ ضَعِيْفَا

“Allah ﷻ menganugerahi Nabi ﷺ tambahan keutamaan di atas keutamaan, dan Allah ﷻ Maha Pengasih kepadanya. Maka Dia menghidupkan ibunya dan begitu pula ayahnya, agar mereka beriman kepadanya sebagai karunia yang luhur. Maka berserah dirilah (terimalah), karena Zat Yang Maha Dahulu (Allah) Maha Kuasa atas hal itu, meskipun hadis tersebut derajatnya lemah.”

Hadis ini menurut Ahli Hakikat benar adanya. Sahih, melalui jalan mukasyafah. Sebagaimana dalam syair Bahar Kamil:

أَيْقَنْتُ أَنَّ أَبَا النَّبِيِّ وَأُمَّهُ … أَحْيَاهُمَا الرَّبُّ الْكَرِيْمُ الْبَارِي
حَتَّى لَهُ شَهِدَا بِصِدْقِ رِسَالَةٍ … صِدْقٌ فَتِلْكَ كَرَامَةُ الْمُخْتَارِ
هَذَا الْحَدِيْثُ وَمَنْ يَقُوْلُ بِضُعْفِهِ … فَهُوَ الضَّعِيْفُ عَنِ الْحَقِيْقَةِ عَارِي

“Aku meyakini bahwa ayah Sang Nabi ﷺ dan ibunya, Telah dihidupkan kembali oleh Tuhan Yang Maha Mulia, Sang Pencipta. Sehingga keduanya bersaksi atas kebenaran risalahnya dengan sebenar-benarnya, maka itulah bentuk kemuliaan bagi Sang Nabi pilihan (Al-Mukhtar). Mengenai hadis ini, barangsiapa yang mengatakan bahwa ia lemah, maka dialah (si pengkritik) yang lemah dan telanjang (kosong) dari hakikat.”

Semisal, pararabu ada yang tidak menerima dengan pemaparan tersebut, tidakkah pararabu menyadari bahwa kedua orangtua nabi wafat pada masa fatrah. Dengan demikian, kedua orangtua nabi tidak masuk neraka. Imam al-Baijuri menjelaskan masa fatrah dengan:

أَنَّ أَهْلَ اْلفَتْرَةِ وَهُمْ مَنْ كَانُوْا بَيْنَ أَزْمِنَةِ الرُسُلِ

Ahlul-fatrah adalah mereka yang hidup antara dua masa rasul.” (TuhfatulMurid hlm. 21)

Ahlul-fatrah ini jelas masuk surga. Sebab ada dalil qath’i dari al-Qur’an surah al-Isra’ ayat 15 yang berbunyi:

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا

“Kami tidaklah menyiksa sebelum kami mengutus seorang utusan.” (Al-Isra’ [17]: 15)

Berita Terkait

Mengapa Allah Menguji, Padahal Sudah Mahatahu?
Malaikat Pencatat Amal
Penciptaan Sperma (Air Mani) bukanlah Awal Wujud Makhluk
AGAMA & SAINS: Kritik Seputar Istilah Ilmiah
Hubungan Syariat, Tarekat, dan Hakikat
Bukti Manusia Lebih Mulia dari pada Malaikat
Hukum Alam dalam Islam
9 Macam Nama (الاسم) Beserta Penjelasan dan Contohnya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:51 WIB

Dalil Keselamatan Orangtua Nabi ﷺ

Selasa, 2 Desember 2025 - 22:19 WIB

Malaikat Pencatat Amal

Rabu, 30 April 2025 - 23:07 WIB

Penciptaan Sperma (Air Mani) bukanlah Awal Wujud Makhluk

Senin, 9 September 2024 - 17:00 WIB

AGAMA & SAINS: Kritik Seputar Istilah Ilmiah

Jumat, 19 Januari 2024 - 22:28 WIB

Hubungan Syariat, Tarekat, dan Hakikat

Kamis, 26 Januari 2023 - 18:49 WIB

Bukti Manusia Lebih Mulia dari pada Malaikat

Sabtu, 3 Desember 2022 - 22:04 WIB

Hukum Alam dalam Islam

Minggu, 27 November 2022 - 21:29 WIB

9 Macam Nama (الاسم) Beserta Penjelasan dan Contohnya

Berita Terbaru

Fikih

Empat Tujuan Ziarah Kubur

Rabu, 21 Jan 2026 - 10:28 WIB

dalil keselamatan kedua orangtua nabi

Akidah

Dalil Keselamatan Orangtua Nabi ﷺ

Minggu, 4 Jan 2026 - 17:51 WIB

Fikih

Ibu Hamil dan Menyusui Tidak Berpuasa Ramadan

Minggu, 4 Jan 2026 - 14:45 WIB

Sejarah

Kisah Lengkap Sayidah Aminah binti Wahb, Ibu Rasulullah

Minggu, 4 Jan 2026 - 02:15 WIB

Khutbah

Teks Khutbah Jumat Menjaga Pandangan untuk Guru Ngaji

Rabu, 31 Des 2025 - 09:56 WIB