Beredar video seseorang yang me-ma’fu-kan pacaran, dengan dalih: Nabi Adam pernah pacaran dengan Sayyidah Hawa. Benarkah klaim tersebut?
Dalam nas hal-Quran, Allah telah menegaskan bahwa, Sayyidah Hawa merupakan istri Nabi Adam. Dalam surah al-Baqarah [2]:35 Allah ﷻ berfirman:
يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ
“Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga.”
Bahkan dalam al-Mawahib al-Ladunniyyah (I/25) tercantum sebuah kisah. Jangankan pacaran, saat Nabi Adam hendak mengulurkan tangannya kepada Sayyidah Hawa, malaikat melarangnya, sebelum Nabi Adam membayar mahar.
Adapun maharnya ialah berselawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Keterangan lengkapnya sebagaimana berikut:
أَنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ لَمَّا خَلَقَ آدَمَ خَلَقَ لَهُ حَوَّاءَ مِنْ ضِلْعٍ مِنْ أَضْلَاعِهِ الْيُسْرَى وَهُوَ نَائِمٌ، فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ وَرَآهَا سَكَنَ إِلَيْهَا وَمَدَّ يَدَهُ إِلَيْهَا، فَمَنَعَتْهُ الْمَلَائِكَةُ حَتَّى يُؤَدِّيَ مَهْرَهَا، فَقَالَ: وَمَا مَهْرُهَا؟ قَالُوا: تُصَلِّي عَلَى مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- ثَلَاثَ مَرَّاتٍ.
“Bahwasanya ketika Allah ﷻ menciptakan Nabi Adam, Dia menciptakan Sayyidah Hawa untuk Nabi Adam dari salah satu tulang rusuk kiri Nabi Adam saat ia sedang tidur. Ketika Nabi Adam terbangun dan melihatnya, ia merasa tenteram kepadanya dan mengulurkan tangannya kepadanya. Namun, para malaikat melarangnya hingga ia menunaikan maharnya. Nabi Adam bertanya: ‘Apakah maharnya?’ Para malaikat menjawab: ‘Engkau membaca selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ sebanyak tiga kali.”
Dalam Salwatul-Ahzân, saat Nabi Adam bertanya kepada Allah ﷻ terkait mahar yang perlu ia bayar, Allah menjawab:
صَلِّ عَلَى حَبِيبِي مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عِشْرِينَ مَرَّةً
“Berselawatlah kepada kekasih-Ku, Muhammad bin Abdullah, sebanyak dua puluh kali.”
Terlebih Nabi Adam merupakan nabi sekaligus rasul Allah yang pasti maksum. Dalam sebuah hadis, Sahabat Abu Dzarrin pernah bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ؛ أَرَأَيْتَ آدَمَ، أَنَبِيًّا كَانَ؟
“Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu tentang Adam, apakah ia seorang nabi?”
Nabi Muhammad ﷺ menjawab:
نَعَمْ، نَبِيًّا رَسُولًا كَلَّمَهُ اللَّهُ قِبَلًا فَقَالَ : {اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ}
“Ya, ia adalah seorang nabi sekaligus rasul. Allah berbincang-bincang dengannya secara langsung (berhadapan), lalu berfirman, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga”.
Dengan demikian, klaim Nabi Adam berpacaran, dengan arti berhubungan sebelum pernikahan, tidaklah benar. Semakin ngawur lagi jika menjadikannya sebagai dalih ma’fu berpacaran.






