Dalil Qiyas dalam al-Quran
وَاللّٰهُ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَسُقْنٰهُ اِلٰى بَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَحْيَيْنَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ كَذٰلِكَ النُّشُوْرُ9⇧✓✼
Dan Allah-lah yang mengirimkan angin; lalu (angin itu) menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu.
Ayat kesembilan dari surah Fatir ini oleh ulama dijadikan pijakan dalil keabsahan qiyas.
Maksud Perkataan Baik
مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًاۗ اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهٗ ۗوَالَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۗوَمَكْرُ اُولٰۤىِٕكَ هُوَ يَبُوْرُ10⇧✓✼
Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.
Ulama berbeda perihal tafsiran dan maksud dari perkataan baik yang ada dalam ayat tersebut. Ringkasnya sebagaimana berikut:
NO | ULAMA | PENAFSIRAN |
1 | ابن عباس | الذكر |
2 | شهر بن حوشب | القرآن |
3 | مطر | الدعاء |
Umur dalam al-Quran
وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ اَزْوَاجًاۗ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖۗ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖٓ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ11⇧✓✼
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
Melalui ayat ini, ada perdebatan dan perbedaan presepsi di kalangan ulama. Sebagian mengatakan bahwa: ayat ini menjadi dalil nyata mengenai umur bisa bertambah dan berkurang. Namun, ulama yang mengingkari (yang berpendapat bahwa umur itu paten; tidak mengalami penambahan dan pengurangan) menganggap bahwa dhamir yang ada di lafal عُمُرِهٖٓ kembali kepada umur secara mutlak, bukan umur seseorang.
Dengan begitu, maksud ayat tersebut seperti ini:
وَلَا يَنْقُصُ مِنْ عُمر شَخْص مِنْ أَعْمَارِ أَضْرَابِهِ بِمَعْنَى وَلَا يَحْصُلُ عُمر شَخْصٍ نَاقِصًاً عَنْ عُمر أَمْثَالِهِ
“Usia seseorang tidak berkurang dari usia bagiannya. Artinya, usia seseorang tidak berkurang dari usia sesamanya.”
Termasuk ulama yang berpendapat demikian, ialah ayah kandung Imam as-Suyuthi, yang diungkapkan dalam kitab Fatawa-nya.
Mengenai memahami dhamir di atas, tak ubahnya seperti درهم ونصفه. Dhamir di sana tentunya kembali ke dirham secara umum, bukan kepada separuhnya dirham sebelum huruf athaf itu.
Namun, Imam as-Suyuthi memiliki corak pendang tersendiri. Beliau mengatakan:
وَأَحْسَنُ مِنْ ذَلِكَ أَنَّ الْمُرَادَ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ عُمُرِهِ بِمَا يَمْضِي مِنْهُ مِنَ الْأَيَّامِ بِذَلِكَ
“Pendapat terbaik dari antara pendapat-pendapat itu ialah yang dimaksud ialah umur seseorang tidak akan berkurang dengan jumlah hari yang dilaluinya.”
Hewan Juga Terkena Taklif
اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا ۗوَاِنْ مِّنْ اُمَّةٍ اِلَّا خَلَا فِيْهَا نَذِيْرٌ24⇧✓✼
Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan.
Dari ayat ini, ulama ada yang berpendapat bahwa hewan juga terkena taklif, layaknya manusia. Ini juga diperkuat dengan ayat:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا طٰۤىِٕرٍ يَّطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ اِلَّآ اُمَمٌ اَمْثَالُكُمْ ۗمَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ38⇧✓✼
Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.