Mengapa Umat Islam Harus Menutup Aurat?

- Penulis

Selasa, 24 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mustaqim.NET – Banyak pembaca Mustaqim.NET yang bertanya, mengapa umat islam harus menutup aurat? Untuk itu kami sertakan penjelasan sebagaimana berikut.

Perempuan merdeka wajib menutupi semua badannya kecuali wajah dan telapak tangan, jika aman dari fitnah (beserta ada khilaf perihal wajah dan telapak tangan). Jika tidak aman dari fitnah, maka wajib pula menutupinya.

Menurut Imam Malik, batasan aurat laki laki adalah tertuntut dari adab secara umum dan rasa malu yang berdasarkan Iman. Lantaran itu, tertuntut oleh adab, maka ketika salat itu lebih utama untuk menutupinya. Selain Imam Malik berpendapat bahwa menutup aurat syarat dari salat. Bila tidak menutup, salatnya batal.

Konon, orang Arab melakukan tawaf dengan telanjang. Baik laki-laki atau pun perempuan. Berlandaskan: baju ini telah dipakai melakukan dosa dengan saya, maka saya tidak akan tawaf dengannya.

Juga ada riwayat dari Ibnu Abbas konon orang perempuan tawaf di kakbah dengan cara telanjang mereka berkata, “Siapa yang bersedia meminjamkanku pakaian tawaf”. Lantas, mereka meletakkan di farjinya seraya berkata, “hari ini tampak sebagian atau keseluruhan. Apa yang tampak tidak halal bagimu.”

Lalu turun ayat:

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

(al-A’raf: 31)

Konon, yang melakukan tawaf dengan tidak telanjang hanyalah suku hums yakni Quraisy. Cukup sekian artikel dari ka

Berita Terkait

Apakah Benar Nabi Adam Berpacaran dengan Sayyidah Hawa?
Ketika Ayah Tidak Merestui, Kapan Hakim Bisa Menikahkan?
Empat Tujuan Ziarah Kubur
Ibu Hamil dan Menyusui Tidak Berpuasa Ramadan
Kisah Lengkap Sayidah Aminah binti Wahb, Ibu Rasulullah
Dalil Kesunahan Puasa Rajab ala Aswaja
Hukum Istri Lebih Memilih Orangtua daripada Suami
Prinsip Mu’asyarah bil Ma’ruf Beserta Contohnya
Berita ini 206 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:14 WIB

Lantunan Maulid “Ya Muhammad” Merupakan Suul Adab?

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:51 WIB

Mengapa Allah Menguji, Padahal Sudah Mahatahu?

Selasa, 2 Desember 2025 - 22:19 WIB

Malaikat Pencatat Amal

Rabu, 30 April 2025 - 23:07 WIB

Penciptaan Sperma (Air Mani) bukanlah Awal Wujud Makhluk

Senin, 9 September 2024 - 17:00 WIB

AGAMA & SAINS: Kritik Seputar Istilah Ilmiah

Jumat, 19 Januari 2024 - 22:28 WIB

Hubungan Syariat, Tarekat, dan Hakikat

Kamis, 26 Januari 2023 - 18:49 WIB

Bukti Manusia Lebih Mulia dari pada Malaikat

Sabtu, 3 Desember 2022 - 22:04 WIB

Hukum Alam dalam Islam

Berita Terbaru

Sejarah

Apakah Benar Nabi Adam Berpacaran dengan Sayyidah Hawa?

Senin, 17 Agu 2026 - 18:27 WIB

Fikih

Ketika Ayah Tidak Merestui, Kapan Hakim Bisa Menikahkan?

Kamis, 30 Jul 2026 - 02:22 WIB

Akhlak

Lantunan Maulid “Ya Muhammad” Merupakan Suul Adab?

Sabtu, 18 Jul 2026 - 10:14 WIB

Ilmu Alat

Penjelasan Lafal هيهات (Haihata) dan Artinya

Minggu, 15 Feb 2026 - 02:09 WIB

Fikih

Empat Tujuan Ziarah Kubur

Rabu, 21 Jan 2026 - 10:28 WIB