Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

Fikih · 26 Feb 2021 06:34 WIB ·

3 Penjelasan Ikut Serta dalam Upaya Bela Negara


3 Penjelasan Ikut Serta dalam Upaya Bela Negara Perbesar

Ada yang bertanya, apa, sih, untungnya, bila kita ikut serta dalam upaya bela negara? Pertanyaan semacam ini, pastinya muncul dari mereka yang tidak menyadari bahwa menjaga negara itu maslahatnya sangat besar.

Berikut beberapa penjelasan mengapa kita harus ikut serta dalam upaya bela negara:

  1. Anak Bangsa Memiliki Kewajiban kepada Negaranya

    Syekh Musthafa al-Ghulayayni dalam ‘Idzatun-Nasyin membahas tuntas seputar cinta tanah air dalam bab khusus Wathaniyah. Beliau menyebutkan bahwa anak bangsa memiliki kewajiban kepada negarannya, layaknya anak kepada orangtua. Beliau menyebutkan:
    ألا إن للوطن على أبنائه حقَوقَا فَكما لا يكونُ الابنٌ إِبنًا حقيقيًا حتى يقومَ بواجب الأبُوَّة فكذلك ابن الوطن لا يكون إبنًا بارا حتى يَنْهَضٌ بأعباء خدمته
    “Anak bangsa memiliki hak yang wajib dipenuhi kepada negara, layaknya tidak bisa dikatakan anak sejati hingga anak itu memenuhi kewajibannya kepada orang tua. Begitu pula anak bangsa, tidak bisa dikatakan anak yang berbakti hingga ia berupaya berkhidmah kepada negaranya”
    Jadi, kita bisa dikatakan warga negara yang baik, bila mana ikut serta dalam upaya bela negara. Bila tidak, kita layaknya anak yang durhaka. Nauzubillah!

  2. Mencintai Negara Berarti Menginginkan Negara Tentram, bukan Malah Pingin Ribut

    Dalam istilah orang nasionalis sejati, yang dipakai oleh Syekh Musthafa al-Ghulayayni sebagaimana berikut:
     الوطنية الحقٌ هي حب إصلاح الوطن والسَعي في خدمته. والوَطنيُ كل الوطني من يموت لِيَحيا وطنه ويَمرّض لتصح امته
    “Nasionalis sejati ialah mereka yang menyukai bila negaranya sejahtera, dan senantiasa berkhidmah kepada negara. Nasionalis sejati ialah orang yang berani mati demi kehidupan negara, dan berani sakit demi kesehatan bangsa.”
    Apakah itu berlebihan? Tentu tidak. Definisi yang disampaikan beliau sudah cukup mewakili sikap agama terhadap cinta tanah air

  3. Cinta Tanah Air Bagian dari Agama, Jangan Dibenturkan!

    Fenomena yang kerap muncul belakangan ini adalah pemetakan antara kaum nasionalis dan islamis. Pemetakan semacam ini, sangat tidak etis. Karena cinta tanah air itu bagain dari agama itu sendiri. Syekh Musthafa al-Ghalayayni mengatakan:
    ومن هذه الحُقُوقٍ تكثير سَوادٍ المُتَعَلِمين المتخلّقين بصحيح الأخلاق المَغروس في قُلوبهم تلك الحكْمةٌ المشهورة: «حُب الوطن من الإيمان».
    “Tergolong hak negara yang perlu terpenuhi adalah memperbanyak kelompok pelajar, yang berakhlak baik dan benar, yang hati mereka tertanam hikmah yang masyhur: cinta tanah air bagian dari iman.”
    Makin jelas, Syekh Mushtahafa al-Ghalayayni menjelaskan bahwa cinta negara merupkakan kecerdasan akal, sedangkan yang mengingkarinya hanyalah kelompok penipu dan konspirasi penghayal. Beliau mengungkapkan:
    حب الوطن ملكه من ملكات النفس لا ينكرها الا الافاكون او الواهمون
    “Cinta tanah air merupakan sifat yang cerdas dari sekian karakter jiwa. Tidak ada yang ingkar kecuali kelompok penipu dan penghayal.”

Baca Juga:  Tentang Sifat Allah yang Tidak Engkau Ketahui

Dari tulisan singkat di atas, semoga meningkatkan keimanan kita dengan cara ikut serta dalam upaya bela negara. Amin!

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

3 Kriteria Wanita dalam Syarat Nikah Menurut Islam

1 Maret 2022 - 01:09 WIB

syarat nikah menurut islam

Kebolehan Melihat Calon Istri dalam al-Quran | Kandungan Surah al-Ahzab ayat 52

19 Februari 2022 - 03:50 WIB

Bolehkah Nikah dengan Sepupu? | Kandungan Surah al-Ahzab Ayat ke-50

19 Februari 2022 - 03:39 WIB

Apakah Video dan Kitab Digital, Muktabar?

13 Februari 2022 - 17:36 WIB

KITAB PDF, APAKAH MUKTABAR (1)

Pilih Cantik Tapi Tak Berakhlak atau Jelek Tapi Salihah?

12 Februari 2022 - 01:31 WIB

JELEK TAPI SALIHAH

Hukum Menggunakan Kertas Pembasmi Lalat & Raket Pemusnah Nyamuk

18 Januari 2022 - 07:13 WIB

Hukum Menggunakan Kertas Pembasmi Lalat & Raket Pemusnah Nyamuk
Trending di Fikih