menipu merupakan contoh ketidakjujuran dalam diri setan

Menghadapi Dunia Tipu-Tipu Setan

Mustaqim.NET – Salah satu pondasi keimanan adalah meyakini adanya alam ghaib. Diantaranya adalah jin yang sebagian di antara mereka adalah setan. Dialah yang selalu menipu manusia. Karena itulah menipu merupakan contoh ketidakjujuran dalam diri setan.

Akal yang sudah tertipu oleh setan tidak akan memiliki kemampuan untuk berfikir berdasarkan kebenaran yang hakiki. Kondisi seperti ini seolah membolak-balikkan nilai-nilai, sehingga yang baik tampak seperti buruk dan yang buruk seolah sebuah kebaikan yang nyata. Allah SWT berfirman:


وَجَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُوْنَۙ24

“Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,”

Untuk membebaskan akal dari tipu daya setan, dan bahkan mengalahkannya, kita perlu memahami hakikat ,sifat, dan cara-cara mengalahkan setan. Pertama hakikat setan yang disebutkan oleh syekh Mutawalli dalam bukunya Asy-Syaithon wal-insan adalah: setan terdiri dari dua jenis yang berupa jin dan manusia. Kedua jenis itu dihimpun oleh sifat yang sama, yaitu menyebarkan kedurhakaan, kemaksiatan, dan kerusakan di bumi. Setan-setan jenis jin adalah makhluk yang durhaka, membendung kebenaran, dan mengajak pada kekufuran. Sementara setan-setan dari jenis manusia melakukan tugas yang sama.

Setan memiliki sifat sombong, dengki, dan pendendam yang masing-masing melahirkan sikap membangkang, merendahkan orang lain, menolak kebenaran, membuat perpecahan, dan kebencian, serta terus menerus dalam kubangan dosa dan kemaksiatan.

Disamping itu setan juga memiliki watak yang licik dan pantang menyerah menggoda manusia. Dia tidak akan pernah berhenti menipu manusia, sampai manusia itu tergelincir menjadi sesat dari jalan kebenaran. Mnegapa demikian, karena sekali lagi, menipu merupakan contoh ketidakjujuran dalam diri setan. Setan selalu mengintai , bersiasat, dan menjebak manusia ketika manusia lalai dari mengingat Allah SWT. Dari sini , kita harus berhati-hati terhadap rayuan dan godaan setan. 

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan diri dari belenggu tipu daya setan , petama : dengan memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT dari rayuan dan godaan setan . Allah SWT berfirman:

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ36

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

cara yang kedua untuk mengalahkan setan adalah dengan ikhlas dalam niat dan berilmu dalam beramal. Seseorang yang ikhlas adalah orang yang tulus karena Allah dalam setiap perbuatannya . dan orang yang berilmu adalah orang yang benar dalam dalam setiap amalnya . orang yang berilmulah yang memiliki sifat yang terpuji dan mewarisi sifat-sifat para nabi . oleh karenanya wajar bila mereka lebih sulit digoda oleh setan dari pada orang ahli ibadah yang kurang berilmu. Rasulullah SAW bersabda : satu orang yang berilmu lebih sulit digoda setan dari pada seribu ahli ibadah (tapi tidak berimu). Cara lain untuk mengalahkan setan adalah dengan membangun sifat tawakal .  Allaf SWT berfirman: sungguh ,setan tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman ,yang bertawakal kepada tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukan Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *