Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

al-Quran · 29 Nov 2021 04:06 WIB ·

Meneliti Buah yang Dimakan Nabi Adam


 Meneliti Buah yang Dimakan Nabi Adam Perbesar

Mustaqim.NET Diakui atau tidak, masih yang bertanya, sebenarnya apa nama buah yang dimakan Nabi Adam? Apa yang dimaksud dengan syajaratul-khuldi (pohon keabadian) yang ada di dalam al-Quran? Untuk mengobati rasa penasaran, kami akan membagikan hasil riset perihal ayat tersebut.

Dalil al-Quran

Data yang Terkumpul

Memang sangat sulit menemukan jawaban akurat tentang hal itu. Salah-satunya, sebagaimana dalam Jami’ul-Bayan fi Tafsiril-Quran (1/45). Dalam kitab tersebut, saat menjelaskan ayat (وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ), beliau malah menafsirkan:

والأصح أنها شجرة معينة لا تتعين عندنا

“Menurut kaul ashah, pohon di sna ditentukan, dan tidak ditentukan bagi kita.”

Tentu dalam tafsitr tersebut tidak menjelaskan nama buah yang dimakan Nabi Adam. Untuk itu, kami tetap menelusurinya ke berbagai tafsir yang lain. Kami mulai membuka dalam Aysarut-Tafasir (1/45) yang mulai menjawab dan menyebutkan jenis syajarah-nya. Meski demikian, di sana tidak memastikan. Dalam tafsir itu, terdapat keterangan:

شجرة من أشجار الجنة وجائز أن تكون كرماً أو نبيذاً أو غيرهما وما دام الله تعالى لم يعين نوعها فلا ينبغي السؤال عنها

“Syajarah di ayat tersebut ialah sebuah pohon dari sekian pohon yang ada di surga. Bisa jadi itu adalah pohon kurma atau anggur atau malah selain keduanya. Selagi Allah tidak menyantumkan jenisnya, tidak pantas kita untuk menanyakannya.”

Dengan jelas, redaksi ‘ibarat tersebut melarang kita untuk tidak perlu menanyakannya. Alhasil, syajarah yang ada di sana, merupakan sebuah pohon dari sekian pohon yang ada di surga.

Kami melanjutkan pencarian hingga ke Tafsir al-Baghawi (1/83). Di sanalah kami menemukan kejelasan perihal silang pendapat mengenai buah yang dimakan Nabi Adam. Ternyata, ada sekian pendapat perihal syajarah tersebut. Jelasnya dalam Tafsir al-Baghawi (1/83) sebagaimana berikut:

Baca Juga:  Kebolehan Melihat Calon Istri dalam al-Quran | Kandungan Surah al-Ahzab ayat 52

وقال بعض العلماء: وقع النهي على جنس من الشجر. وقال آخرون: على شجرة مخصوصة، واختلفوا في تلك الشجرة، قال ابن عباس ومحمد بن كعب ومقاتل: هي السنبلة وقال ابن مسعود: هي شجرة العنب. وقال ابن جريج: شجرة التين، وقال قتادة: شجرة العلم وفيها من كل شيء، وقال علي رضي الله عنه: شجرة الكافور

“Sebagian ulama menyebutkan bahwa nahi tersebut merupakan larangan terhadap jenis syajarah. Ulama lain mengatakan bahwa larangan tersebut hanya kepada syajarah yang tertentu. Ulama berbeda pendapat perihal syajarah tersebut. Ibnu Abbas dan Muhammad bin Ka’ab serta Maqatil berpendapat bahwa itu merupakan tangkai. Ibnu Mas’ud berpendapat bahwa itu merupakan syajarah anggur. Ibnu Juraij berpendapat bahwa itu syajarah tin. Qatadah berpendapat bahwa itu syajaratul-‘ilmi. Sayyidina ‘Ali berpendapat bahwa itu merupakan syajarah kafur.

Kesimpulan

Dari ‘ibarat yang terkumpul, bisa kita ambil benang merah bahwa tidak ada ayat yang menjelaskan perihal nama dari syajarah yang tidak boleh dimakan oleh Nabi Adam dan Sayyidah Hawa. Oleh karenanya, tidak layak tidak perlu untuk kita telusuri lebih lanjut. Meski demikian, ulama ada yang menjelaskan lebih lanjut, tetapi terjadi banyak silang pendapat. Untuk perbedaan pendapatnya, sebagaimana tabel di bawah ini:

Ibnu Abbas dan Muhammad bin Ka’ab serta Maqatilالسنبلة
bnu Mas’udشجرة العنب
Ibnu Juraijشجرة التين
Qatadahشجرة العلم
Sayyidina ‘Aliشجرة الكافور

Artikel ini telah dibaca 136 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fifteen − thirteen =

Baca Lainnya

8+ Keutamaan Surat Yasin Menurut Aswaja

20 September 2022 - 22:16 WIB

keutamaan surat yasin

Kisah Ahmed Yassin Sang Pendiri Hamas

28 Juni 2022 - 23:39 WIB

Jelaskan Pengertian Halalan Thayyiban dan Referensinya!

21 Februari 2022 - 00:12 WIB

jelaskan pengertian halalan thayyiban

Antara Dusta dan Jujur | Ulasan Surah Saba’

19 Februari 2022 - 04:07 WIB

ANTARA JUJUR DAN DUSTA

Kebolehan Melihat Calon Istri dalam al-Quran | Kandungan Surah al-Ahzab ayat 52

19 Februari 2022 - 03:50 WIB

Bolehkah Nikah dengan Sepupu? | Kandungan Surah al-Ahzab Ayat ke-50

19 Februari 2022 - 03:39 WIB

Trending di Fikih