Empat Tujuan Ziarah Kubur

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ziarah kubur memiliki tujuan yang berbeda; tergantung makam yang kita ziarahi. Setidaknya ada empat tujuan. Terkadang, hanya memiliki salah-satu dari keempat tujuan tersebut. Kadang pula dua, tiga, atau bahkan keempat-empatnya. Berikut penjabarannya selaras dengan pembagian dari Imam Taqiyudin as-Subki:

Pertama, Mengingat Kematian dan Akhirat

Mengingat kematian dan akhirat. Model ziarah kubur dengan tujuan demikian sangat umum. Kuburan di mana pun tidak masalah, serta tidak perlu mengetahui identitas yang kita ziarahi. Ini sesuai dengan hadis:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: ((زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ)) (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ)

Dari Abu Hurairahberkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Ziarahilah kuburan-kuburan, karena sesungguhnya ia mengingatkan kalian kepada akhirat.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

Kedua, Memintakan Ampunan (Mendoakan Ahli Kubur)

Mendoakan ahli kubur, agar Allah ﷻ mengampuni dosa-dosanya. Ziarah kubur model seperti ini untuk ahli kubur beragama Islam secara umum. Ini sesuai dengan hadis:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: كَيْفَ أَقُولُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ -تَعْنِي فِي زِيَارَةِ الْقُبُورِ- قَالَ: ((قُولِي: السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ يَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَ مِنَّا وَ الْمُسْتَأْخِرِينَ وَ إِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ)).

Dari Aisyah bahwa ia berkata: “Bagaimana aku mengucapkan wahai Rasulullah?” -ia bermaksud dalam ziarah kubur- Beliau bersabda: “Ucapkanlah: Keselamatan atas penghuni ‘kediaman’ ini dari kaum mukminin dan muslimin, semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului kalian dan kami, serta orang-orang yang akan datang kemudian. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian.”

Ketiga, Tabaruk (Ngalap Berkah)

Bertabaruk dan mengharap berkah dari ahli kubur dari kalangan orang saleh, baik dari kalangan nabi mau pun para wali. Ini berdasarkan ayat:

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا (64) النساء

Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. [Nisa: 64]

Dalam ayat tersebut, Allah ﷻ menuntun kita yang zalim dan hendak bertobat dengan mendatangi baginda Nabi Muhammad ﷺ. Tentu ini tidak hanya khusus ketika beliau masih hidup, melainkan kehormatan beliau ketika wafat, sama dengan dalam keadaan hidup. Masuk dalam konsep:

حُرْمَتُهُ مَيْتًا كَحُرْمَتِهِ حَيًّا

“Kemuliaan baginda Nabi pasca wafat, sama dengan kemuliaan ketika masih hidup.”

Apakah tabaruk semacam ini hanya khusus ngalap berkah baginda Nabi Muhammad ﷺ? Adakah hadis yang menjelaskan ngalap berkah orang saleh? Menjawab pertanyaan itu, maka hadis-hadis tentang tabaruk kepada orang saleh, tertuang dalam Sahih Ibnu Hibban dengan bab:

ذِكْرُ مَا يُسْتَحَبُّ لِلْمَرْءِ التَّبَرُّكُ بِالصَّالِحِينَ وَأَشْبَاهِهِمْ

“Menuturkan sesuatu yang dianjurkan kepada seseorang terkait ngalap berkah orang saleh dan sesamanya.”

Dalam al-Muwatha’ terdapat sebuah hadis dari Imam Muhammad yang bersambung kepada Sayyidina Imran al-Ansari yang menceritakan:

“Sayyidina Abdullah bin Umar datang kepada saya, sementara saya sedang berada di bawah sebuah pohon besar (sarhah) di jalan menuju Makkah.

Sayyidina Abdullah bin Umar bertanya?

مَا أَنْزَلَكَ تَحْتَ هَذِهِ السَّرْحَةِ؟

“Apa yang membawamu di bawah pohon serhah ini?”

Saya menjawab:

أَرَدْتُ ظِلَّهَا

“Saya ingin berteduh di bawahnya.”

Beliau bertanya lagi:

هَلْ غَيْرُ ذَلِكَ؟

“Apakah selain itu?”

Saya menjawab:

لَا مَا أَنْزَلَنِي إِلَّا ذَلِكَ

“Tidak, saya hanya berteduh di bawahnya.”

Abdullah bin Umar kemudian berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كُنْتَ بَيْنَ الْأَخْشَبَيْنِ مِنْ مِنًى وَنَفَخَ بِيَدِهِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ فَإِنَّ هُنَاكَ وَادِيًا يُقَالُ لَهُ السُّرَرُ بِهِ شَجَرَةٌ سُرَّ تَحْتَهَا سَبْعُونَ نَبِيًّا

“Jika engkau berada di antara dua gunung (al-akhshabayn) di Mina—seraya beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke arah timur—maka di sana terdapat sebuah lembah yang disebut as-Surar. Di sana terdapat sebuah pohon yang di bawahnya tujuh puluh nabi telah mendapat kabar gembira di bawahnya.”

Imam Ibn Abd al-Barr, ahli hadits dari Maroko mengomentari hadis itu dalam kitab at-Tamhid, berkata:

وَفِي (هَذَا) الْحَدِيثِ دَلِيلٌ عَلَى التَّبَرُّكِ بِمَوَاضِعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَمَقَامَاتِهِمْ وَمَسَاكِنِهِمْ وَإِلَى هَذَا قَصَدَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بِحَدِيثِهِ هَذَا وَاللَّهُ أَعْلَمُ

“Dalam hadits ini ada bukti tentang tabaruk dengan tempat-tempat para nabi dan orang saleh, serta makam mereka.” (al-Tamhid 13/67)

Keempat, Menunaikan Hak Ahli Kubur

Berziarah dengan tujuan menunaikan hak ahli kubur. Seperti anak yang berziarah untuk orang tuanya, murid yang berziarah untuk gurunya, dan contoh-contoh lain. Hal ini pula baginda Nabi Muhammad ﷺ melakukannya, dengan berziarah ke makam ibunda beliau. Dalam hadis tersebutlah kisah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: زَارَ النَّبِيُّ ﷺ قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَ أَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ: ((إِسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ)). (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Abu Hurairah berkata: Nabi ﷺ menziarahi kubur ibunya, lalu beliau menangis dan membuat orang-orang di sekitarnya menangis. Kemudian beliau bersabda: “Aku meminta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampunan baginya, namun Dia tidak mengizinkanku. Dan aku meminta izin untuk menziarahi kuburnya, lalu Dia mengizinkanku. Maka ziarahilah kuburan-kuburan, karena sesungguhnya ia mengingatkan kepada kematian.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Dari sanalah dalam kitab Tuhfatul-Habib (II/573), terdapat kutipan Imam as-Subki berikut ini:

قَالَ الْإِمَامُ السُّبْكِيُّ وَالزِّيَارَةُ لِأَدَاءِ الْحَقِّ كَزِيَارَةِ قَبْرِ الْوَالِدَيْنِ يُسَنُّ شَدُّ الرَّحَّالِ إلَيْهَا تَأْدِيَةً لِهَذَا الْحَقِّ

“Imam As-Subki mengatakan, ziarah untuk menunaikan kewajiban itu setara dengan menziarahi makam kedua orang tua. Upaya menempuh perjalanan untuk kepentingan ini sangat dianjurkan sebagai bentuk pemenuhan kewajiban,”

Ini juga selaras dengan sabda baginda Nabi Muhammad ﷺ:

عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: ((آنَسُ مَا يَكُونُ الْمَيِّتُ فِي قَبْرِهِ إِذَا زَارَهُ مَنْ كَانَ يُحِبُّهُ فِي الدُّنْيَا)).

Dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: “Saat paling menyenangkan bagi seorang mayit di kuburnya adalah ketika orang yang mencintainya di dunia menziarahinya.”

Berita Terkait

Ibu Hamil dan Menyusui Tidak Berpuasa Ramadan
Dalil Kesunahan Puasa Rajab ala Aswaja
Hukum Istri Lebih Memilih Orangtua daripada Suami
Prinsip Mu’asyarah bil Ma’ruf Beserta Contohnya
Apa Fungsi Utama Masjid pada Zaman Rasulullah ﷺ?
Lengkap: Ketentuan, Hukum, dan Hikmah Pelaksanaan Akikah
Dalil Rukyat Hilal Tiap Bulan
Daftar Lengkap Halal-Haram Binatang ala Mazhab Syafi’i
Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:51 WIB

Dalil Keselamatan Orangtua Nabi ﷺ

Selasa, 2 Desember 2025 - 22:19 WIB

Malaikat Pencatat Amal

Rabu, 30 April 2025 - 23:07 WIB

Penciptaan Sperma (Air Mani) bukanlah Awal Wujud Makhluk

Senin, 9 September 2024 - 17:00 WIB

AGAMA & SAINS: Kritik Seputar Istilah Ilmiah

Jumat, 19 Januari 2024 - 22:28 WIB

Hubungan Syariat, Tarekat, dan Hakikat

Kamis, 26 Januari 2023 - 18:49 WIB

Bukti Manusia Lebih Mulia dari pada Malaikat

Sabtu, 3 Desember 2022 - 22:04 WIB

Hukum Alam dalam Islam

Minggu, 27 November 2022 - 21:29 WIB

9 Macam Nama (الاسم) Beserta Penjelasan dan Contohnya

Berita Terbaru

Fikih

Empat Tujuan Ziarah Kubur

Rabu, 21 Jan 2026 - 10:28 WIB

dalil keselamatan kedua orangtua nabi

Akidah

Dalil Keselamatan Orangtua Nabi ﷺ

Minggu, 4 Jan 2026 - 17:51 WIB

Fikih

Ibu Hamil dan Menyusui Tidak Berpuasa Ramadan

Minggu, 4 Jan 2026 - 14:45 WIB

Sejarah

Kisah Lengkap Sayidah Aminah binti Wahb, Ibu Rasulullah

Minggu, 4 Jan 2026 - 02:15 WIB

Khutbah

Teks Khutbah Jumat Menjaga Pandangan untuk Guru Ngaji

Rabu, 31 Des 2025 - 09:56 WIB