surga Nabi Adam

Begini Gambaran Surga yang Pernah Dihuni Nabi Adam

Banyak pertanyaan iseng seputar Nabi Adam. Semisal, andaikan Nabi Adam tidak memakan buah Khuldi, kita selaku keturunannya ada di surga, dong?!

Namun, sebelum membahas hal itu, alangkah baiknya kita tahu terlebih dahulu “gambaran” surga Nabi Adam. Apakah surganya, sama dengan yang kelak orang Islam tempati, ataukah enggak?

Ada penjelasan menarik tentang ini. Faktanya, dalam surga tersebut Nabi Adam dilarang memakan buah khuldi. Ada beberapa teori yang menggambarkan bahwa surga yang ditempati Nabi Adam, bukan surga yang kelak kaum muslimin tempati.

Pertama, Nabi Adam Dilarang Memakan Buah Khuldi

Tentu ini berbeda dengan kelak surga yang kekal-abadi. Surga yang kekal, tidak ada taklif.

Kedua, Nabi Adam Tidur di Sana

Ini berbeda dengan surga, yang tiada ngantuk dan tiada letih, begitupula tiada tidur.

Ketiga, Nabi Adam Dikeluarkan

Surga yang kekal, penghuni di dalamnya pun kekal. Tidak mungkin dikeluarkan. Faktanya, Nabi Adam dikeluarkan. Ini sudah lain dengan ciri-ciri surga yang abadi.

Keempat, Iblis Bisa Nyelonong Masuk

Fakta yang satu ini juga tidak boleh dikesampingkan. Bagimana mungkin, Iblis yang sudah nyat-nyat dilkanat masih bisa nyelonong ke surga abadi, yang memang disediakan untuk mereka yang bertakwa?

Keterangan ini bisa didapatkan dalam kitab Qashashul-Anbiya’ (1/15). Disana diterangkan:

قَالَ آخَرُونَ: بَلِ الْجَنَّةُ الَّتِي أُسْكِنَهَا آدَمُ لَمْ تَكُنْ جَنَّةَ الْخلد، لانه كلف فِيهَا أَلا يَأْكُلَ مِنْ تِلْكَ الشَّجَرَةِ، وَلِأَنَّهُ نَامَ فِيهَا وَأَخْرَجَ مِنْهَا، وَدَخَلَ عَلَيْهِ إِبْلِيسُ فِيهَا، وَهَذَا مِمَّا يُنَافِي أَنْ تَكُونَ جَنَّةَ الْمَأْوَى.  وَهَذَا الْقَوْلُ مَحْكِيٌّ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ وَوَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ وَسُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ، وَاخْتَارَهُ ابْنُ قُتَيْبَةَ فِي الْمَعَارِفِ، والقاضى مُنْذر بن سعيد

“Ulama yang lain juga mengatakan bahwa surga yang ditempati Nabi Adam bukanlah surga abadi, lantaran di sana Nabi Adam masih ditaklif untuk tidak memakan bauh dari pohon tersebut.

Juga, di sana beliau tidur. Juga, beliau dikeluarkan. Juga, iblis leluasa masuk. Ini semua membuktikan bahwa surga yang dikehendaki bukanlah jannatul-ma’waWallahua’lam

Muhammad ibnu Romli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *