Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

Akidah · 26 Okt 2022 00:44 WIB ·

Nur Muhammad Qadim dalam Al-Barzanji?


Nur Muhammad Qadim dalam Al-Barzanji? Perbesar

Mustaqim.NET – Kali ini kita akan membahas terkait klaim bahwa dalam al-Barzanji terdapat unsur-unsur manunggaling kawula gusti.

Kalimat yang dibahas ialah:

وأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى النُّوْرِ الْمَوْصُوْفِ بِالتَّقَدُّمِ وَالْأَوَّلِيَّةِ

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Muhammad ibnu Romli (@miromly)

Ada yang mengaitkan kalimat tersebut dengan manunggaling kawula gusti, dengan mengubah terjemahannya.

Kesalahan fatal tersebut terletak saat mengartikan taqaddum dengan qadim (antonim hadis) dan awwaliyah diartikan azali. Pengertian yang benar adalah sebagaimana dalam syarahnya:

“Yang disifati dengan lebih dahulu daripada makhluk lain dan lebih awal meninjau makhluk yang lainnya.”

Jadi, Nur Muhammad adalah makhluk dan hadis, tetapi makhluk yang pertama kali. Berdasarkan hadis berikut ini:

كما في حديث جابر أنه سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن أول ما خلقه الله تعالى قال إن الله خلق قبل الأشياء نور نبيك فجعل ذلك النور يدور بالقدرة حيث شاء الله ولم يكن في ذلك الوقت لوح ولا قلم ولا جنة ولا نار ولا ملك ولا إنس ولا جن ولا أرض ولا سماء ولا شمس ولا قمر وعلى هذا فالنور جوهر لا عرض

“Sebagaimana tersebut dalam hadis riwayat sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa ketika ditanya perihal makhluk pertama yang diciptakan Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Sungguh, Allah menciptakan Nur Nabimu sebelum segala sesuatu.’ Allah menjadikan Nur (cahaya) itu beredar dengan kuasa Allah sesuai kehendak-Nya. Saat itu belum ada Lauh, Qalam, Surga, Neraka, Malaikat, Manusia, Jin, Bumi, Langit, Matahari, dan bulan. Atas dasar ini, Nur itu adalah substansi, bukan aksiden.”

(Syekh M Nawawi Al-Bantani, Madarijus Shu’ud ila Iktisa’il Burud)

Kandungan hadis yang dicantumkan oleh Syekh Nawawi, Banten tersebut dalam Madarijus-Shu’ud ila Iktisa’il Burud, sesuai dengan hadis lain yang berbunyi:

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ في قَوْلِ اللَّهِ: ﴿وإذْ أخَذْنا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثاقَهُمْ﴾ الآيَةَ. قالَ: «كُنْتُ أوَّلَ النَّبِيِّينَ في الخَلْقِ، وآخِرَهم في البَعْثِ

“Dari Abu Hurairah: Nabi bersabda saat menerangkan firman Allah (وإذْ أخَذْنا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثاقَهُمْ), “Saya nabi pertama kali yang diciptakan dan terakhir kali diutus.”

 

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bukti Manusia Lebih Mulia dari pada Malaikat

26 Januari 2023 - 18:49 WIB

kemuliaan manusia yang lebih daripada malaikat ditegaskan dengan bukti

Hukum Alam dalam Islam

3 Desember 2022 - 22:04 WIB

9 Macam Nama (الاسم) Beserta Penjelasan dan Contohnya

27 November 2022 - 21:29 WIB

nama nama

Aswaja, Salafi dan Wahabi

22 November 2022 - 05:42 WIB

Apa Itu Kalamullah? – Memahami al-Quran yang Bukan Makhluk

18 November 2022 - 18:20 WIB

Akurat! Nazam Aqidatul Awam Latin dan Arab

4 Oktober 2022 - 17:06 WIB

aqidatul awam latin
Trending di Akidah