Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

Fikih · 1 Mar 2022 01:09 WIB ·

3 Kriteria Wanita dalam Syarat Nikah Menurut Islam


 3 Kriteria Wanita dalam Syarat Nikah Menurut Islam Perbesar

Mustaqim.NET Telah kita ketahui bahwa dalam mazhab Syafi’i terdapat 5 rukun yang harus terpenuhi. Namun, yang akan kami bahas dalam tulisan ini adalah syarat nikah menurut Islam, sesuai kitab turas.

Dalam Qurratul-‘Ain bagi wanita (calon istri) terdapat 3 syarat yang harus terpenuhi: 1) Tidak sedang berstatus istri atau ‘iddah dari orang lain. 2) Ditentukan (harus jelas wanita yang mana yang akan dinikahi). 3) Tidak ada hubungan mahram. Ketiga-tiganya akan kami jelaskan di bawah ini dengan mengutip Fathul-Mu’in.

Pertama, tidak berstatus istri atau sedang menjalankan ‘iddah

Dalam Fathul-Mu’in, Syekh Zainuddin al-Malibari menuturkan bahwa tidak boleh kita menikahi orang yang sedang berstatus istri orang lain (menyelingkuhi). Juga, tidak boleh mengawini orang yang lagi menjalankan ‘iddah.

‘Iddah sendiri merupakan istilah dari: masa pengosongan rahim (untuk memastikan bahwa ia tidak sedang hamil). ‘Iddah sendiri merupakan hal yang ta’abbudi, yakni sesuatu yang memang murni karena patuh kepada syariat, tanpa mengetahui maknanya.

Kedua, calon istrinya harus spesifik (ditentukan)

Syekh Zainuddin al-Malibari menyontohkan kasus jika wali mengatakan, “Saya menikahkan salah-satu dari dua anak saya.” Praktik pernikahan semacam itu tidak sah. Karena tidak spesifik wanita mana yang akan dinikahi.

Ketiga, tidak berstatus mahram

Syarat nikah untuk wanita berikutnya ialah: si wanita tersebut tidak berstatus mahram antara mempelai pria dengan mempelai wanita. Syarat ini berdasarkan ayat yang berbunyi:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ۔

Baca Juga:  SaldoPP.Net Terpercaya? Sebuah Review Jujur!

“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. An-Nisa[4]: 23)

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 58 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 5 =

Baca Lainnya

Hukum Bisnis MLM (Multi Level Marketing) dalam Islam

21 November 2022 - 17:40 WIB

multi level marketing dalam islam

Alat Musik Rebana, Hukum Beserta Dalilnya

6 November 2022 - 17:14 WIB

alat musik rebana

Kriteria Dukun Islami

6 September 2022 - 22:14 WIB

Fikih dan Tasawuf

6 September 2022 - 22:12 WIB

Menjawab 2 Pertanyaan Perihal Cara Tobat Maling Buah

15 Juli 2022 - 21:53 WIB

Bahtsul Masail Masalah Arisan Qurban

5 Juli 2022 - 00:03 WIB

Bahtsul Masail Masalah Arisan Qurban
Trending di Fikih