Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

Fikih · 19 Feb 2022 03:39 WIB ·

Bolehkah Nikah dengan Sepupu? | Kandungan Surah al-Ahzab Ayat ke-50


Bolehkah Nikah dengan Sepupu? | Kandungan Surah al-Ahzab Ayat ke-50 Perbesar

Mustaqim.NET Nikah dengan sepupu berhukum boleh, berdasarkan ayat:

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَحْلَلْنَا لَكَ اَزْوَاجَكَ الّٰتِيْٓ اٰتَيْتَ اُجُوْرَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِيْنُكَ مِمَّآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلَيْكَ وَبَنٰتِ عَمِّكَ وَبَنٰتِ عَمّٰتِكَ وَبَنٰتِ خَالِكَ وَبَنٰتِ خٰلٰتِكَ الّٰتِيْ هَاجَرْنَ مَعَكَۗ

“Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki, termasuk apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu… ”

(QS. al-Ahzab 50)

Imam as-Suyuthi dalam Tafsir al-Iklil fis-Tinbatit-Tanzil menyebutkan bahwa ayat ini secara jelas menghalalkan menikahi sepupu. Baik sepupu itu berasal dari bibi jalur ayah, atau pun jalur ibu. Beliau mengatakan:

فِيهَا إِبَاحَةُ نِكَاحِ وَالِدِ الْعُمُومَةِ وَالْخُؤُولَةِ.

“Dalam ayat tersebut, mengandung dalil diperbolehkannya menikahi anak dari bibi jalur ayah atau jalur ibu.”

Sedangkan kelanjutan ayatnya, menerangkan kekhususan bagi nabi saja. Kelanjutan tersebut berupa:

وَامْرَاَةً مُّؤْمِنَةً اِنْ وَّهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ اِنْ اَرَادَ النَّبِيُّ اَنْ يَّسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۗ

… dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.

(QS. al-Ahzab 50)

Imam as-Suyuthi dalam kitab yang sama menjelaskan:

فِيهَا مِنْ خَصَائِصِهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – النِّكَاحُ بِلَفْظِ الْهِبَةِ وَبِلَا مَهْرٍ وَلَا وَلِيٍّ وَلَيْسَ ذَلِكَ لِغَيْرِهِ وَبِذَلِكَ فَسَّرَهُ قَتَادَةُ أَخْرَجَهُ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ وَأَخْرَجَ الزُّهْرِيُّ أَنَّهُ فَسَّرَهُ بِلَا مَهْرٍ فَقَطْ.

“Ayat tersebut merupakan kekhususan bagi Nabi Muhammad yang berupa nikah  dengan lafal hibah (pemberian), tanpa mahar dan tanpa wali. Selain nabi tidak memiliki kekhususan tersebut. Hal tersebut merupakan penafsiran Qatadah yang ditakhrij oleh Abi Hatim. Sedangkan yang ditakhrij oleh az-Zuhri beliau menafsirkan tanpa mahar saja.”

Baca Juga:  Kandungan Surah al-Ahqaf

Selanjutnya, menjelaskan tentang kewajiban yang harus terpenuhi dalam akad nikah. Allah berfirman:

قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِيْٓ اَزْوَاجِهِمْ

Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka

(QS. al-Ahzab 50)

Masih dalam kitab yang sama Imam as-Suyuthi mengutp pendapat Imam Qatadah berikut ini:

قَالَ قَتَادَةُ مِنَ الْوَلِيِّ وَالصَّدَاقِ وَالشَّاهِدَيْنِ وَأَنْ لَا يُزَادَ عَلَى الْأَرْبَعِ أَخْرَجَهُ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ، قَالَ ابْنُ الْفَرَسِ: وَذَهَبَ بَعْضُهُمْ إِلَى أَنَّ الرَّجْمَ الَّذِي كَانَ يَقْرَأُ فِي سُورَةِ الْأَحْزَابِ دَاخِلٌ فِي هَذِهِ الْآيَةِ.

“Imam Qatadah berpendapat (yang dimaksud kewajiban dalam ayat tersebut ialah) wali, mahar, dua orang saksi, dan tidak boleh lebih dari empat istri. Hal ini ditakhrij oleh Ibnu Abi Hatim. Sedangkan Ibnu Faras mengatakan, ‘Sebagian ulama berpendapat bahwa tentang rajam yang ada di surah al-Ahzab masuk dalam ayat yang satu ini.'”

Dalam ayat ke-50 surah al-Ahzab ini juga merupakan satu-satunya ayat yang menerangkan istibra’ dalam ayat yang berbunyi

وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ لِكَيْلَا يَكُوْنَ عَلَيْكَ حَرَجٌۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

… dan hamba sahaya yang mereka miliki agar tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

 

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

3 Kriteria Wanita dalam Syarat Nikah Menurut Islam

1 Maret 2022 - 01:09 WIB

syarat nikah menurut islam

Jelaskan Pengertian Halalan Thayyiban dan Referensinya!

21 Februari 2022 - 00:12 WIB

jelaskan pengertian halalan thayyiban

Antara Dusta dan Jujur | Ulasan Surah Saba’

19 Februari 2022 - 04:07 WIB

ANTARA JUJUR DAN DUSTA

Kebolehan Melihat Calon Istri dalam al-Quran | Kandungan Surah al-Ahzab ayat 52

19 Februari 2022 - 03:50 WIB

Kemuliaan Nabi Muhammad dan Istrinya | Tafsir al-Ahzab

19 Februari 2022 - 03:02 WIB

Apakah Video dan Kitab Digital, Muktabar?

13 Februari 2022 - 17:36 WIB

KITAB PDF, APAKAH MUKTABAR (1)
Trending di Fikih