Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

Tasawuf · 27 Nov 2022 09:29 WIB ·

Filosofi Rambut Putih (Uban) ala Kasidah Burdah


Filosofi Rambut Putih (Uban) ala Kasidah Burdah Perbesar

Mustaqim.NET – Sangat beda rasanya jika kita membaca kasidah Burdah sebagai lantunan saja, dengan membaca seraya meresapi maknanya. Tidak hanya berisi sanjungan kepada baginda Nabi Muhammad, tetapi ada beberapa nasihat yang sangat penting untuk kita renungkan, terutama bagi kita yang sedang berusaha melawan hawa nafsu.

Tepatnya dalam pasal kedua, yakni al-Fashlust-Tsani fit-Tahdzir min Hawan-Nafsi, pasal kedua terkait peringatan akan bahaya hawa nafsu. Kita renungkan bersama-sama poin-poin yang tercantum dalam pasal tersebut.

Filosofi Uban ala Imam al-Bushiri

Sebelum masuk ke pasal dua terkait hawa nafsu, ada satu bait terakhir dalam pasal pertama yang tidak boleh terlewatkan. Bait tersebut ialah:

إِنِّى اتَّهَمْتُ نَصِيْحَ الشّيْبِ فِي عَذَلِي ۞ وَالشّيْبُ أَبْعَدُ فِي نُصْحِ عَنِ التُّهَمِ

“Aku menuduh ubanku turut serta mencercaku.
Padahal ubanku pastilah tulus dalam memperingatkanku.”

Dalam bait tersebut Imam al-Bushiri memosisikan uban sebagai penasehat yang tulus. Imam al-Bushiri menyebutkan dengan: wasy-syaibu ab’adu fin-nushhi ‘anit-tuhami, uban dalam urusan nasehat jauh dari tuduhan dusta. Mengapa demikian? Karena uban itu memberi tahu (menasihati) kita terkait umur kita yang menua, serta ajal yang semakin mendekat. Nasihat tersebut tentu tulus, tidak mengharapkan sesuatu yang lain. Tidak seperti manusia yang sok menjadi si paling penasihat.

Tidak ada penasihat yang lebih tulus daripada uban. Ia selalu memperingati kita, tanpa mengharap imbalan sedikit pun. (Inspirasi kasidah Burdah)

Kemudian, Imam al-Bushiri memperjelas hal itu pada pasal berikutnya, yakni pasal yang akan kita bahas saat ini: al- Fashlust-Tsani fit-Tahdzir min Hawan-Nafsi, pasal kedua terkait peringatan akan bahaya hawa nafsu.

الفصل الثاني : في التحذير من هوى النفس

Pasal kedua terkait peringatan akan bahaya hawa nafsu

فَإِنّ أَمّارَتِ بِالسّـوءِ مَا اتّعَظَتْ ۞ مِنْ جَهْلِهَا بِنَذِيرِ الشّيْبِ وَالَهَرَمِ

Sungguh nafsu amarahku tidak mau menerima nasihat.
Karena tidak tahu akan peringatan uban dan kerentaan.

وَلَا أَعَدَّتْ مِنَ الفِعْلِ الَجَمِيْلِ قِرَى ۞ ضَيْفٍ أَلَمَّ بِرَأْسِي غَيْرَ مُحْتَشِمِ

(Nafsu amarahku itu) tidak pula mempersiapkan diri dengan amal baik untuk menjamu tamu
yang bersemayam di kepalaku tanpa rasa malu.

لَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ أَنِّـي مَــا أُوَقّـــــــــِرُهُ ۞ كَتَمْتُ سِرًّا بَدَا لِيْ مَنْهُ بِالكَتَمِ

Jika saja aku tahu aku tahu bahwa aku menghormati uban yang bertamu.
Lebih baik kusembunyikan dengan semir rahasia (ketuaanku itu).

Dalam bait tersebut, Imam al-Bushiri menyandingkan uban dengan tua renta, as-syaibi dan al-harami. Hal ini menunjukkan bahwa uban itu merupakan pengingat akan kematian.

Juga, ulama kelahiran Maroko ini memosisikan uban sebagai tamu, yang kelaziman dari tamu ialah selayaknya kita memberikan suguhan. Tentu hanya orang yang tidak memiliki rasa malu yang dengan bangga menelantarkan tamu-tamunya. Oleh karenanya, murid dari Imam Asy-Syadzili inilah mengungkapkan: andai tahu tidak bisa menghormati tamu, lebih baik kusembunyikan saja “tamu” itu.

Uban adalah tamu. Tuan rumah sepatutnya menyuguhkan kebaikan kepada tamu itu. Kecuali Anda tidak tahu malu.

Artikel ini telah dibaca 71 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fikih dan Tasawuf

6 September 2022 - 22:12 WIB

Antara Dusta dan Jujur | Ulasan Surah Saba’

19 Februari 2022 - 04:07 WIB

ANTARA JUJUR DAN DUSTA

Menjadi Sufi Sambil Narsis di Medsos

24 Desember 2021 - 23:44 WIB

sufi main medsoos

Sedekah Tanpa Barang, Tidak Kalah Nilainya!

13 Desember 2021 - 07:05 WIB

Hubungan Fikih dan Tasawuf serta Perbedaan Keduanya

23 Oktober 2021 - 10:03 WIB

hubungan fikih dan tasawuf

Berikut Ini Merupakan Wujud Berbaik Sangka Kepada Allah swt Kecuali….

20 Maret 2021 - 22:17 WIB

Berikut Ini Merupakan Wujud Berbaik Sangka Kepada Allah swt Kecuali....
Trending di Akidah