Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

Advertorial · 7 Jan 2021 19:02 WIB ·

Beginilah Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam


Beginilah Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam Perbesar

Ada sebuah hadis yang menurut admin mustaqim.net sangat berkaitan dengan pendidikan anak usia dini. Nabi Muhammad SAW bersabda:

ما من مولود إلا يولد على الفطرة وإنما أبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (bersih dan suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani ataupun Majusi”

(HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan bagaimana seorang anak terlahir suci, tetapi pendidikan orangtuanyalah yang menyebabkan dia menyekutukan Allah. Mungkin sangat cukup dengan hadis ini, perihal pentingnya pendidikan anak usia dini yang mana pendidikannya sesuai dengan ketentuan syariat.

Ada empat pendidikan anak usia dini yang tidak boleh terlewatkan orang tua, yakni:

Mengenal Allah Serta Mengikuti Ajaran Rasul-Nya

Dalam Islam, pendidikan anak usia dini pertama kali ialah mengenal Allah. Ada sebuah nazam viral yang terdapat dalam deretan nazam Zubad ibnu Ruslan yang berbunyi:

أول واجــب عـلـى الإنســـان * معرفــة الإلـــه بــاستيقــــان

“Kewajiban pertama kali bagi manusia adalah mengerti akan Allah dengan seyakin-yakinnya”

Mengapa mengenal Allah penting? Karena ini asal dari segala kebaikan. Bagaimana mungkin orang bisa beribadah yang baik dan benar, sedangkan ia tidak mengetahui tuhannya yang sedang ia sembah. Imam al-Ghazali pernah menyatakan dengan tegas:

  لاَ تَصِحُّ الْعِبَادَةُ إلاّ بَعْدَ مَعْرِفَةِ الْمَعْبُوْدِ

“Tidak sah ibadah (seorang hamba) kecuali setelah mengetahui (Allah) yang wajib disembah”.

Baca Juga:  Antara Dusta dan Jujur | Ulasan Surah Saba’

Jadi, sangat wajar bila mengenal Allah menjadi asal segala kebaikan. Sebagaimana perkataan Syekh Nawawi, Banten dalam Nurudz-Dzalam:


وإِنَّمَا عَبَّرَ النَّاظِمُ بِاعْلَمْ تَنْبِيْهاً لِلسَّامِعِ عَلَى أَنَّ مَا يُلْقَى إِلَيْهِ مِنَ الْقَوْلِ يَلْزَمُ حِفْظُهُ؛ لِأَنَّهُ أَصْلُ كُلِّ خَيْرٍ وَإِشَارَةٌ إِلَى أَنَّ كَسْبَ الْعِلْمِ أَفْضَلُ الْأَكْسَابِ

Nadzim kitab ini menggunakan lafal i’lam sebagai pengingat bahwa apa yang akan diutarakan setelahnya merupakan merupkan sesuatu yang harus dijaga, karena hal itu merupakan asal dari segala kebaikan. Hal ini juga menjadi isyarah bahwa mencari ilmu adalah pekerjaan terbaik.”

Oleh karena itu, dengan mengenal Allah, maka mudah pula kita mengikuti ajaran Rasul-Nya. Karena para rasul adalah utusan-Nya yang menyampaikan kabar dan ketetapan Allah.

Akhlak kepada Orangtua

Tidak kalah penting, pendidikan anak usia dini yang tidak boleh terlewat adalah pendidikan akhlak kepada orangtua. Dalam surah al-Isra’ Allah memerintahkan berbakti kepada kedua orangtua, setelah menyebutkan larangan menyekutukan-Nya. Allah berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

(QS. al-Isra’ :23)

Selain nash agama, berbakti kepada orangtua merupakan hukum etika yang disepakati semua golongan. Berbakti kepada orangtua merupakan sifat kemanusiaan itu sendiri, yang tidak terbantahkan oleh siapa pun, dari golongan apa pun, baik yang beragama, maupun tidak.

Baca Juga:  Alat Tembus Pandang yang Membuat Orang Terlihat Telajang

Etika kepada Orang Lain

Setelah mengenalkan akan kepada Allah dan rasul-Nya, dan pendidikan berbakti kepada orangtua, tidak kalah penting pendidikan seputar etika kepada oranglain. Allah berfirman:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang”

(QS. al-Baqarah[2]: 83)

Dalam ayat tersebut, setelah larangan menyekutukan Allah dan perintah berbakti kepada orangtua, ada pesan untuk berbuat baik kebada kerabat anak yatim dan miskin. Juga, ada perintah untuk bertutur kata yang baik.

Tutur kata yang baik sangat penting ditekankan sejak usia dini. Tayangan dengan perkataan jorok dan ceramah berbau provokasi, tidak luput dari kurangnya pendidikan orangtua untuk bertutur kata yang baik kepada orang lain.

Akhlak kepada Diri Sendiri

Juga pendidikan anak usia dini yang patut ditekankan ialah akhlak kepada diri sendiri. Bagaimana sekiranya ia mandiri, dan bisa tahu etika makan, minum dan mandi yang baik dan benar. Ini juga tidak lepas dari kewajiban orangtua mendidik anak.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Antara Dusta dan Jujur | Ulasan Surah Saba’

19 Februari 2022 - 04:07 WIB

ANTARA JUJUR DAN DUSTA

Nikah Siri Rembang: Pengertian, Cara, Syarat, Hukumnya

29 Desember 2021 - 04:39 WIB

Menjadi Sufi Sambil Narsis di Medsos

24 Desember 2021 - 23:44 WIB

sufi main medsoos

Sedekah Tanpa Barang, Tidak Kalah Nilainya!

13 Desember 2021 - 07:05 WIB

Caption Liburan Bersama Teman

10 Desember 2021 - 20:34 WIB

CAPTION LIBURAN BERSAMA TEMAN

Hubungan Fikih dan Tasawuf serta Perbedaan Keduanya

23 Oktober 2021 - 10:03 WIB

hubungan fikih dan tasawuf
Trending di Fikih