Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

al-Quran · 24 Nov 2021 03:07 WIB ·

Lengkap, Kandungan Surah Fatir


Lengkap, Kandungan Surah Fatir Perbesar

Dalil Qiyas dalam al-Quran

وَاللّٰهُ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَسُقْنٰهُ اِلٰى بَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَحْيَيْنَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ كَذٰلِكَ النُّشُوْرُ9

Dan Allah-lah yang mengirimkan angin; lalu (angin itu) menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu.

Ayat kesembilan dari surah Fatir ini oleh ulama dijadikan pijakan dalil keabsahan qiyas.

Maksud Perkataan Baik

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًاۗ اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهٗ ۗوَالَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۗوَمَكْرُ اُولٰۤىِٕكَ هُوَ يَبُوْرُ10⇧✓

Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.

Ulama berbeda perihal tafsiran dan maksud dari perkataan baik yang ada dalam ayat tersebut. Ringkasnya sebagaimana berikut:

NOULAMAPENAFSIRAN
1ابن عباسالذكر
2شهر بن حوشبالقرآن
3مطرالدعاء
Tabel Penafsiran Ulama Perihal الْكَلِمُ الطَّيِّبُ

Umur dalam al-Quran

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ اَزْوَاجًاۗ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖۗ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖٓ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ11

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

Baca Juga:  Hukuman Bagi Para Begal Menurut Ibnu Abbas | Tafsir Surah al-Maidah 33

Melalui ayat ini, ada perdebatan dan perbedaan presepsi di kalangan ulama. Sebagian mengatakan bahwa: ayat ini menjadi dalil nyata mengenai umur bisa bertambah dan berkurang. Namun, ulama yang mengingkari (yang berpendapat bahwa umur itu paten; tidak mengalami penambahan dan pengurangan) menganggap bahwa dhamir yang ada di lafal عُمُرِهٖٓ kembali kepada umur secara mutlak, bukan umur seseorang.

Dengan begitu, maksud ayat tersebut seperti ini:

ولا ينقص من عمر شخص من أعمار أضرابه بمعنى ولا يحصل عمر شخص ناقصاً عن عمر أمثاله

“Usia seseorang tidak berkurang dari usia bagiannya. Artinya, usia seseorang tidak berkurang dari usia sesamanya.”

Termasuk ulama yang berpendapat demikian, ialah ayah kandung Imam as-Suyuthi, yang diungkapkan dalam kitab Fatawa-nya.

Mengenai memahami dhamir di atas, tak ubahnya seperti درهم ونصفه. Dhamir di sana tentunya kembali ke dirham secara umum, bukan kepada separuhnya dirham sebelum huruf athaf itu.

Namun, Imam as-Suyuthi memiliki corak pendang tersendiri. Beliau mengatakan:

وأحسن من ذلك أن المراد ولا ينقص من عمره بما يمضي منه من الأيام بذلك

“Pendapat terbaik dari antara pendapat-pendapat itu ialah yang dimaksud ialah umur seseorang tidak akan berkurang dengan jumlah hari yang dilaluinya.”

Hewan Juga Terkena Taklif

اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا ۗوَاِنْ مِّنْ اُمَّةٍ اِلَّا خَلَا فِيْهَا نَذِيْرٌ24

Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan.

Dari ayat ini, ulama ada yang berpendapat bahwa hewan juga terkena taklif, layaknya manusia. Ini juga diperkuat dengan ayat:

Baca Juga:  Kisah Nabi Musa dan Raja Fir'aun; Bermula dari Mimpi

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا طٰۤىِٕرٍ يَّطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ اِلَّآ اُمَمٌ اَمْثَالُكُمْ ۗمَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ38

Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Meneliti Buah yang Dimakan Nabi Adam

29 November 2021 - 04:06 WIB

buah yang dimakan Nabi Adam

Perbedaan Mushaf dan al-Quran

27 November 2021 - 05:04 WIB

perbedaan mushaf dan al-Quran

Meminum Khamar Merupakan Cara Setan untuk Menghancurkan Negeri

25 November 2021 - 18:57 WIB

meminum khamar merupakan cara setan untuk

Kandungan Surah al-Ahqaf

23 November 2021 - 06:02 WIB

Lengkap; Kandungan Surat Yasin dan Terjemah

12 September 2021 - 11:01 WIB

surat yasin ayat 1 sampai 83

Kandungan Surat al Maidah Ayat 2

24 Agustus 2021 - 19:23 WIB

surat al maidah ayat 2
Trending di Tafsir