Menu

Mode Gelap
Macam-Macam Talak 1 2 3 Nabi, Rasul, dan Perbedaannya Bukti Allah Jaiz Fi’lu Kulli Mumkinin aw Tarkuhu Bukti Allah Wajib Sama’, Bashar, dan Kalam Bukti Allah Wajib Qudrah, Iradah, Ilmu dan Hayah

Akidah · 10 Feb 2020 01:13 WIB ·

Tunjukkanlah Bukti Bahwa Allah Maha Esa atau Bersifat Wahdaniyah!


 Tunjukkanlah Bukti Bahwa Allah Maha Esa atau Bersifat Wahdaniyah! Perbesar

Saya punya satu permintaan. Tunjukkanlah bukti bahwa Allah Maha Esa atau bersifat wahdaniyah!

***

Bukti bahwa Allah Maha Esa atau bersifat wahdaniyah ialah Andai tuhan itu lebih dari satu, maka mana mungkin ada kita berdua, eh maksudku seluruh jagad raya ini sebab lemahnya tuhan. Lantaran qudrah dan irâdah-nya tuhan itu mencakup keseluruhan[1]. Jika tuhan itu dua, otomatis dzat yang memiliki sifat qudrah dan iradah pun ada dua. Maka kekuasaan tuhan pun harus dibagi dua, alias sebagian saja bin tidak keseluruhan perkara mungkin. Sebab, tak ada ceritanya satu ciptaan (atsar) dari dua pencipta (muatsir)[2].

Semisal gini, saat kita menginjakkan ‘kedua’ kaki kita, apakah bekasnya nanti hanya satu? Ya, gak! Pasti ada bekas kaki kanan dan kiri, gak mungkin Cuma satu kaki!

Maka, salah satunya harus ada yang mengalah, alias salah satu pencipta itu berkuasa kepada seluruh alam, yang lainnyalemah (‘ajz)[3].

Jika salah-satu dua dzat yang memili qudrah itu ‘ajz, maka yang satunya pun ‘ajz, lantaran taraf qudrah-nya sama[4].

Hasil akhirnya, kedua pencipta itu tidak mampu menciptakan alam semesta ini. Dan hasil ini jelas salah kaprah, melihat kenyataannya, alam ini ada[5].

Dari penjelasan tadi, dapat di-sempol-kan, eh maksudku disimpulkan bahwa dzat, sifat serta pekerjaan Allah SWT wajib wahdâniyah! Mungkin itu sudah cukup, bila Anda hanya meminta saya tunjukkanlah bukti bahwa Allah Maha Esa atau bersifat wahdaniyah!

***

Lha, jika sifat qudrah dan iradah mustahil lebih dari satu—atau gampangannya—hanya Allah SWT yang memiliki pekerjaan, maka kita ini—sebagai makhluk—hidup dalam keterpaksaan donk?

***

Memang, kita tidak memiliki sifat untuk menciptakan (dalam hal ini, menciptakan pekerjaan). Sebab, sifat itu tertentu kepada Allah SWT[6]. Akan tetapi, Allah SWT berkehendak membarengkan antara ikhtiyar dan pekerjaannya makhluk[7]. Dan, inilah yang dimaksud hukum adat[8].

Baca Juga:  Kain Makam Memberi Syafaat

Coba lihatlah api. Sebenarnya api itu tidak membakar, tapi ketepatan saja. Ya, buktinya kalo memang api membakar dengan sendirinya, pasti air pun bisa terbakar donk! Tapi, kenyataannya enggak, kan?!

Samahalnya dengan makan. Yang mengenyangkan kita sebenarnya bukan makan, melainkan Allah SWT. Hanya saja, Allah SWT berkehendak pada hukum adat. Ya, adatnya jika kita makan maka kita kenyang[9].

Itulah ideologi Ahlusunnah Waljamaah. Jangan ikuti aliran Jabariyah dan Qadariyah.

***

Emang Qadariyah dan Jabariyyah itu kenapa, Kak?

***

Akidah Qadiriyyah ngawur,[10]sedangkan Jabariyyah sembrono[11] menanggapi pekerjaannya makhluk. Jabariyyah beranggapan bahwa semua pekerjaan yang ada ini sama dan tidak ada sangkut-pautnya dengan pekerjaan makhluk[12].

Sedangkan Qadariyyah beranggapan bahwa kita memiliki qudrat yang dapat menciptakan pekerjaannya sendiri[13].

Keduanya sama-sama keliru!

Untuk itu, Ahlusunnah Waljamaah menengahi mereka. Bukankah antara darah dan tahi terselip susu yang menyegarkan?[14]

Ahlusunnah Waljamaah tidak mengatakan qudrat-nya makhluk dapat menciptakan pekerjaannya. Lantaran satu-satunya dzat Yang Maha Pencipta hanyalah Allah SWT. Akan tetapi, Allah SWT berkehendak pekerjaan makhluk bersamaan dengan ikhtiyarnya. Dan, inilah yang disebut dengan muktâr. Sedangkan jika Allah SWT menciptakan pekerjaan makhluk tanpa adanya ikhtiyar (bergetar, misalnya), maka di sebut majbûr atau juga mudhthar.


[1]Ummul-Barâhîn, hal. 163

[2]Ummul-Barâhîn, hal. 163

[3]Ummul-Barâhîn, hal. 163

[4]Ummul-Barâhîn, hal. 163

[5]Ummul-Barâhîn, hal. 163

[6]Ummul-Barâhîn, hal. 164

[7]Ummul-Barâhîn, hal. 164

[8]Ummul-Barâhîn, hal. 165

[9]Ummul-Barâhîn, hal. 166

[10]Ummul-Barâhîn, hal. 166

[11]Ummul-Barâhîn, hal. 166

[12]Ummul-Barâhîn, hal. 165

[13]Ummul-Barâhîn, hal. 165

[14]Ummul-Barâhîn, hal. 166

Artikel ini telah dibaca 827 kali

2 thoughts on "Tunjukkanlah Bukti Bahwa Allah Maha Esa atau Bersifat Wahdaniyah!"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + eight =

Baca Lainnya

9 Macam Nama (الاسم) Beserta Penjelasan dan Contohnya

27 November 2022 - 21:29 WIB

nama nama

Aswaja, Salafi dan Wahabi

22 November 2022 - 05:42 WIB

Apa Itu Kalamullah? – Memahami al-Quran yang Bukan Makhluk

18 November 2022 - 18:20 WIB

Nur Muhammad Qadim dalam Al-Barzanji?

26 Oktober 2022 - 00:44 WIB

Akurat! Nazam Aqidatul Awam Latin dan Arab

4 Oktober 2022 - 17:06 WIB

aqidatul awam latin

Istilah Gaib dalam Islam

6 September 2022 - 22:16 WIB

Trending di Akidah