Kak Mir, apa sich bukti Allah SWT wujud?

***

Keberadaan alam semesta[1] cukup sebagai bukti Allah SWT wujud. Sebab, seluruh isi dari jagad raya ini terbatas kepadabenda (ajrâm) dan sifat (a’râdh)[2]. Dan, yang perlu Anda ketahui, kedua-duanya sama-sama perkara hadîts (baru/tercipta) yang jelas membutuhkan pencipta.

Sifat adalah sesuatu yang baru lantaran sering berubah[3]. Dari ada menuju ke tiada. Begitupun sebaliknya. Dari itulah Kak Mir bisa memastikan bahwa sifat itu baru. Sebab, setiap sesuatu yang “terlahir” dari ketiadaan dapat dipastikan bahwa benda itu hadîts/ciptaan[4].

Begitupun benda. Sebab, benda selalu bersama sifat, alias membutuhkan[5]. Sedangkansebagaimana yang telah mafhûm, setiap sesuatu yang membutuhkan perkara baru, maka sesuatu itu dapat dipastikan baru[6].

Setelah kita yakin bahwa alam itu baru, maka Kak Mir akan beralih kepada dunia lain, eh, maksudku pembahasan lain.

Setiap ciptaan, harus pasti memiliki pencipta. Sebab, setiap sesuatu mustahil tercipta dengan sendirinya.

Gak percaya? Mari simak penjelasan Kak Mir di bawah ini:

Andaikan alam tercipta dengan sendirinya, pasti akan terjadi “bentrokan” antara perkara yang berlawanan[7].Sebab setiap sesuatu itu, pasti ada perlawanan, yang sama-sama mungkin terjadi. Lalu, untuk menciptakan salah satunya butuh sosok yang menentukan[8]. Semisal: wajah Kak Mir ganteng, tapi mungkin pula jelek. Keduanya itu berlawanan, dan tarafnya sama-sama mungkin, alias jâiz. Kenyataannya, sekarang Kak Mir ganteng, berarti ada yang menakdirkan saya ganteng. Andai gak ada, maka wajah saya ganteng plus jelek. Dan, Anda pasti gak kebayang akan hal itu, alias mustahil.


[1]Ummul-Barâhîn, hal. 149

[2]Ummul-Barâhîn, hal. 153

[3]Ummul-Barâhîn, hal. 151

[4]Ummul-Barâhîn, hal. 153

[5]Ummul-Barâhîn, hal. 153

[6]Ummul-Barâhîn, hal. 153

[7]Ummul-Barâhîn, hal. 153& 154

[8]Ummul-Barâhîn, hal. 153& 154