nikah mut'ah

Dalil dan Sejarah Pelarangan Nikah Mut’ah

Konon, pada zaman Rasulullah nikah mut’ah sempat diperbolehkan. Bangaimana kisahnya? Berikut penjelasan dari mustaqim.net.

Sebelum mulai, layaknya kita tahu apa yang itu nikah mut’ah. Nikah mut’ah adalah pernikahan dengan menyaratkan masa. Itu sempat diperbolehkan karena darurat peperangan dan perjalanan.

Berikut perjalanan hukum nikah mut’ah:

  • Saat perang Khaibar, nikah mut’ah dilarang.
  • Perang Authas, nikah mut’ah diperbolehkan selama tiga hari
  • Lalu, dilarang kembali. Bertepatan dengan tahun delapan hijriyah.

Rasulullah bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّى قَدْ كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِى الاِسْتِمْتَاعِ مِنَ النِّسَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ ذَلِكَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Wahai sekalian manusia. Awalnya aku mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut’ah dengan para wanita. Sekarang, Allah telah mengharamkan (untuk melakukan mut’ah) hingga hari kiamat.” (HR. Muslim no. 1406).

Baca Juga: Syukur dan Hamdun Apa Perbedaannya?

Bagaimana, sudah tahu sejarah nikah mut’ah? Ikuti terus tulisan berikutnya di mustaqim.net.

*) Dikutip dari kitab Syari’atul-Lah al-Khalidah, karya Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki al-Hasani. Semoga kita mendapat berkah beliau!

Muhammad ibnu Romli | Mustaqim.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *