ucapan selamat ulang tahun dalam islam

Dalil Ucapan Selamat Ulang Tahun dalam Islam

Mustaqim.NETSudah lama rasanya kita tidak membahas sesuatu yang ringan-ringan. Nah, pada kali ini, admin akan membahas seputar ucapan selamat ulang tahun dalam Islam. Mulai dari hukumnya hingga dalilnya. Karena itulah yang membedakan situs ini dengan situs yang lain.

Hukum Ucapan Selamat dalam Islam

Pertama, yang perlu kita bahas adalah apa dalil dari ucapan selamat? Apakah nabi pernah mengucapkan selamat? Dalam sebuah hadis ada sebuah cerita Ka’ab bin Malik. Beliau bercerita:

….. قَدْ ضَاقَتْ عَلَيَّ نَفْسِي وَضَاقَتْ عَلَيَّ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ سَمِعْتُ صَوْتَ صَارِخٍ أَوْفَى عَلَى جَبَلِ سَلْعٍ بِأَعْلَى صَوْتِهِ: يَا كَعْبُ بْنَ مَالِكٍ، أَبْشِرْ، قَالَ: فَخَرَرْتُ سَاجِدًا وَعَرَفْتُ أَنْ قَدْ جَاءَ فَرَجٌ وَآذَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَوْبَةِ اللَّهِ عَلَيْنَا حِينَ صَلَّى صَلَاةَ الْفَجْرِ، فَذَهَبَ النَّاسُ يُبَشِّرُونَنَا وَذَهَبَ قِبَلَ صَاحِبَيَّ مُبَشِّرُونَ، وَرَكَضَ إِلَيَّ رَجُلٌ فَرَسًا وَسَعَى سَاعٍ مِنْ أَسْلَمَ فَأَوْفَى عَلَى الْجَبَلِ وَكَانَ الصَّوْتُ أَسْرَعَ مِنَ الْفَرَسِ…… حَتَّى دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ، فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ حَوْلَهُ النَّاسُ، فَقَامَ إِلَيَّ طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ يُهَرْوِلُ حَتَّى صَافَحَنِي وَهَنَّانِي…..

“Sungguh, jiwaku terasa sempit. Bumi terasa sempit bagiku, padahal luas. Aku mendengar suara orang yang berteriak di atas bukit Sal’, ‘Wahai Ka’ab bin Maalik, bergembiralah!”. Lalu aku pun bersungkur sujud, dan aku tahu telah datang kelapangan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mengumumkan taubat Allah atas diri kami ketika shalat Shubuh. Orang-orang pun pergi memberikan kabar gembira kepada kami. Telah datang pula kabar gembira tersebut kepada dua orang shahabatku yang lain. Ada orang yang memacu kudanya menujuku. Ada juga orang dari Bani Aslam yang berjalan menaiki bukit yang teriakan suaranya lebih cepat (sampai kepadaku) daripada kuda….. Hingga aku masuk ke masjid, ternyata Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk dan dikelilingi oleh orang-orang. Lalu Thalhah bin ‘Ubaidillah berdiri dan berlari mendekatiku, menjabat tanganku dan mengucapkan selamat kepadaku…..” [HR. Bukhari no. 4418 dan Muslim no. 2769].

Mengenai hadis tersebut, Ibnu Hajar dalam Fathul-Bari memberikan penjelasan bahwa mengucapkan selamat atas kenikmatan seseorang itu disyariatkan.

ﻭﻓﻴﻬﺎ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺳﺠﻮﺩ اﻟﺸﻜﺮ ﻭاﻻﺳﺘﺒﺎﻕ ﺇﻟﻰ اﻟﺒﺸﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮ ﻭﺇﻋﻄﺎء اﻟﺒﺸﻴﺮ ﺃﻧﻔﺲ ﻣﺎ ﻳﺤﻀﺮ اﻟﺬﻱ ﻳﺄﺗﻴﻪ ﺑﺎﻟﺒﺸﺎﺭﺓ ﻭﺗﻬﻨﺌﺔ ﻣﻦ ﺗﺠﺪﺩﺕ ﻟﻪ ﻧﻌﻤﺔ ﻭاﻟﻘﻴﺎﻡ ﺇﻟﻴﻪ ﺇﺫا ﺃﻗﺒﻞ

Hadis tersebut mengandung syariat sujud Syukur, bersegera kabar gembira, mengabarkan kepada orang tersebut dengan cara yang terbaik, dan ucapan selamat kepada orang yang baru mendapatkan nikmat, serta berdiri jika ia menyambut~Fathul-Bari

Dalil Selamat Atas Kelahiran

Itu tadi masih ucapan selamat secara umum. Sedangkan ucapan selamat ulang tahun dalam islam yang lebih spesifik terhadap hari kelahiran adalah sebagaimana berikut:

وَأَخْرَجَ الطَّبَرَانِيُّ فِي الدُّعَاءِ مِنْ طَرِيقِ السري بن يحيى قَالَ: وُلِدَ لِرَجُلٍ وَلَدٌ فَهَنَّأَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: لِيَهْنِكَ الْفَارِسُ، فَقَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ: وَمَا يُدْرِيكَ؟ قُلْ: جَعَلَهُ اللَّهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ، وَمِنْ طَرِيقِ حماد بن زيد قَالَ: كَانَ أيوب إِذَا هَنَّأَ رَجُلًا بِمَوْلُودٍ قَالَ: جَعَلَهُ اللَّهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ.ص93 – كتاب الحاوي للفتاوي – التهنئة بالمولود

Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab ad-Dua’ dari jalur as-Sari bin Yahya, ia berkata: “Seorang memiliki anak, lalu yang lain mengucapkan: “Selamat atas kelahiran penunggang kuda”. Hasan al-Bashri berkata: “Dari mana kamu tahu? Katakanlah semoga Allah menjadikan anakmu sebagai berkah bagimu dan umat Muhammad”. Dari jalur Hammad bin Zaid, ia berkata: “Jika Ayyub mengucapkan kelahiran anak, ia ucapkan semoga Allah menjadikan anakmu sebagai berkah bagimu dan umat Muhammad”.

Hukum Doa Panjang Umur dalam Islam

Kedua, dalam ucapan selamat ulang tahun dalam Islam, tentunya ada doa panjang umur. Rasanya, hambar banget bila ada ucapan selamat ulang tahun, tanpa embel-embel doa panjang umur. Nah, untuk doa panjang umur ulama berselisih pendapat. Perinciannya sebagimana berikut.

Ada dua pendapat. Pendapat pertama mengemukakan hukum makruh, tanpa ada penafsilan. Sedangkan pandangn Imam al-Adzru’i mengatakan ditafsil. Penafsialannya sebagimana berikut:

  • Dianjurkan (qurbah): bila yang didoakan panjang umur adalah ulama atau pemerintah yang adil.
  • Makruh (bahkan bisa jadi haram): bila yang didoakan selain ulama dan pemerintah.

Keterangan semacam itu bisa Anda peroleh di Hasyiyah asy-Syarwani. Detailnya sebagaimana berikut:

ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺘﺤﻴﺔ ﺑاﻟﻄﻠﺒﻘﺔ ﻭﻫﻲ ﺃﻃﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﺑﻘﺎءﻙ ﻓﻘﻴﻞ: ﺑﻜﺮاﻫﺘﻬﺎ، ﻭاﻷﻭﺟﻪ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ اﻷﺫﺭﻋﻲ ﺇﻧﻪ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﺪﻳﻦ ﺃﻭ اﻟﻌﻠﻢ، ﺃﻭ ﻣﻦ ﻭﻻﺓ اﻟﻌﺪﻝ ﻓﺎﻟﺪﻋﺎء ﺑﺬﻟﻚ ﻗﺮﺑﺔ ﻭﺇﻻ ﻓﻤﻜﺮﻭﻩ اﻩـ ﻣﻐﻨﻲ ﺯاﺩ اﻷﺳﻨﻰ ﺑﻞ ﺣﺮاﻡ اﻩـ.

“Penghormatan dengan Thalbaqah, yaitu doa “Semoga Allah memanjangkan umurmu”, berhuku makruh. Pendapat yang kuat adalah yang disampaikan al-Adzra’i, yaitu ditafsil: jika disampaikan kepada orang yang ahli ibadah, ahli ilmu, atau pemimpin yang adil maka sunah. Jika tidak maka makruh. Syaikh Zakaria Al-Anshari menambahkan haram”(Hawasyai asy-Syarwani 9/229).

Dalil serupa juga ada dalam Asnal-Mathalib. Lengkapnya sebagaimana berikut:

( وَأَمَّا الطَّلْبَقَةُ ) أَيْ التَّحِيَّةُ بِهَا وَهِيَ أَطَالَ اللَّهُ بَقَاءَك ( فَقِيلَ بِكَرَاهَتِهَا ) قَالَ الْأَذْرَعِيُّ وَفِيهِ نَظَرٌ بَلْ يَنْبَغِي أَنْ يُقَالَ : إنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الدِّينِ أَوْ الْعِلْمِ أَوْ مِنْ وُلَاةِ الْعَدْلِ فَالدُّعَاءُ لَهُ بِذَلِكَ قُرْبَةٌ وَإِلَّا فَمَكْرُوهٌ بَلْ حَرَامٌ (أسنى المطالب – ج 20 / ص 395)

“Adapun doa ‘Semoga Allah memberi umur panjang bagimu’, ada yang mengatakan makruh. Al-Adzra’i berkata: Pendapat ini perlu ditinjau lagi. Bahkan sebaiknya diputuskan: “Jika seseorang tersebut adalah orang saleh, berilmu atau pemimpin yang adil, maka mendoakannya dengan panjang umur adalah ibadah. Jika bukan seperti itu, maka makruh bahkan haram” (Asna al-Mathalib 20/395).

Hukum Ucapan Selamat Ulang Tahun dalam Islam

Alhasil, untuk kesimpulannya merayakan ulang tahun serta ucapan selamat itu sunah (mustahab). Hal ini termuat dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah yang dengan gamblang menyebutkan ucapan selamat atas kelahiran tergolong ucapan selamat yang mustahab. Berikut dalilnya:

5 – التهنئة مستحبة في الجملة ، لأنها مشاركة بالتبريك والدعاء – من المسلم لأخيه المسلم فيما يسره ويرضيه ، ولما في ذلك من التواد ، والتراحم ، والتعاطف بين المسلمين. وقد جاء في القرآن الكريم تهنئة المؤمنين على ما ينالون من نعيم ، وذلك في قوله تعالى
{ كلوا واشربوا هنيئا بما كنتم تعملون } .
والتهنئة تكون بكل ما يسر ويسعد مما يوافق شرع الله تعالى ، ومن ذلك : التهنئة بالنكاح ، والتهنئة بالمولود ، والتهنئة بالعيد والأعوام والأشهر ، والتهنئة بالقدوم من السفر ، والتهنئة بالقدوم من الحج أو العمرة ، والتهنئة بالطعام ، والتهنئة بالفرج بعد الشدة .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *